Hargai Dan Sayangilah Ibumu Yang Masih Ada Saat Ini Karena Beliau Merupakan Pelita Cahaya Keluarga
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Motivasi" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali
Ibu secara biologis ialah perempuan yang mampu melahirkan anak. Karena ibu memiliki rahim kuat menampung benih kehidupan. Pada ruang rahim yang nyaman benih kehidupan bersemayam menunggu waktu lahir untuk menunaikan tugas kelahiran di dunia yang diterangi mentari. Tergantung harapan seorang ibu agar kelak anaknya menjadi suputra 'anak yang berbudi dan beperilaku luhur'. Itulah keistimewaan ibu dibanding ayah yang menyemai benih di dalam rahim ibu. Ibu pun sabar, tahan banting, halau rintangan dalam menjaga titipan ayah dalam rahimnya yang suci.
Seorang ibu tatkala melahirkan bertaruh nyawa dengan dewa kematian. Pengorbanan itu seperti megantung bok akatih, 'tergantung pada sehelai rambut, menguras energi, keringat, cairan, dan darah. Setelah kelahiran anak, ibu pun bergegas iklas menyusui, sampai-sampai tubuh indahnya tidak terurus, kemudian mendidik anaknya dengan sebaik mungkin hingga dewasa mengenal hitam-putih kehidupan.
Seorang ibu rela melepas keperawanan dalam kodratnya meneruskan keberlangsungan kehidupan dan peradaban di muka bumi. Tak memandang manusia berstatus apapun, ia lahir dari rahim ibu. Begitu juga seperti manusia memperingati tahun baru sebagai peringatan bahwa rahim tahun dapat melahirkan perputaran waktu yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.
Waktu tak berakhir seperti kelahiran manusia yang berlangsung terus menerus. Dalam Hinduisme kelahiran manusia ke dunia adalah proses singkat dalam perputaran waktu tanpa batas. Di dalam susastra Hindu disebutkan hidup ini seperti kilatan petir yang menyambar kemudian sirna dalam suatu ruang. Segala yang dilahirkan mengalami proses punarbhawa 'reinkarnasi', begitu juga dengan waktu tanpa batas. Waktu tak berbatas, kemudian dibatasi manusia dengan tradisi dan keyakinan yang dibangunnya, sehingga perputaran waktu memberikan kesan tersendiri, seperti perayaan hari lahir dan perayaan tahun baru bagi masyarakat di beberapa pelosok dunia.
Tahun Baru masehi diperingati sebagai kelahiran tahun, dirayakan sangat meriah setiap tahun di beberapa belahan dunia. Bahkan dengan tema tersendiri, disambut sorak sorai berimbuh pesta kembang api yang membuat mata takjub. Tahun baru pun dijadikan momentum meramalkan aneka aspek kehidupan dan perkembangan kehidupan, bisnis, karir, jodoh, dan aneka hal yang dilakukan kedepan selama satu tahun. Sedangkan Umat Hindu merayakan tahun baru Saka saat Hari Raya Nyepi bukan dengan hingar-bingar berimbuh pesta pora, namun dengan hening selama sehari penuh beserta aneka pantangan dan pengendalian diri.
Begitu juga dalam momentum tahun baru, perlu merenungkan apa yang kita lakukan kedepan dan merenungkan kembali jasa-jasa ibu yang tak akan dapat ditebus dalam kelahiran ini. Mari kita tengok kembali teologi Hindu dan susastra Hindu yang memuliakan perempuan dan ibu, serta kembali tanyakan diri kita sendiri, apa yang telah kita lakukan kepada ibu selama ini. Kini sudah seharusnya bagaimana kita sebagai insan-insan lebih memuliakan ibu dan tidak memposisikannya sebagai kaum tertindas.
Semoga tahun-tahun berikutnya semakin membuka mata kita akan peran serta ibu yang telah menjadikan kita berkelangsungan hidup. Jangan sampai ibu mengeluarkan kutuk karena kita durhaka kepadanya, kutuk ibu konon tak bisa dihapuskan oleh dewata.
Atas jasa ibu yang sangat mulia, manusia selalu bisa menikmati spirit tahun baru yang diharapkan dapat mendatangkan vibrasi positif dalam melangsungkan kehidupan. Begitu pula tanpa adanya hambatan berarti dalam menjalankan swadarwa mengisi kehidupan. Demikianlah jerih payah dan doa Ibu membawa harapan baru bagi keluarga dan anak-anaknya. Begitu juga tahun baru membawa harapan baru bagi perputaran tahun dan perkembangan suatu peradaban.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : pesonataksubali.blogspot.com/phdi.or.id
Foto By : @astikapande_ (ilustrasi)


Comments
Post a Comment