Dalam Jaman Kali Yuga Ini Teguhkanlah Diri Dalam Menghadapi Gejolak Senang Dan Sedih Dinamika Kehidupan

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Motivasi" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Menurut Bhagawad Gita 11.15 ada dinyatakan "sama duhkha-sukham dhiram". Maksudnya: seimbang dan teguhkanlah diri menghadapai gejolak senang dan sedih. Fluktuasi senang dan sedih pada zaman Kali ini semakin tajam, terutama bagi mereka yang lemah daya spiritualnya. Membangun sikap hidup yang bijaksana amat sulit kalau masih keadaan diri dikelabui oleh kuatnya gejolak suka dan duka. Menghadapi meningkatnya dinamika zaman pada era global dewasa ini sungguh tidak mudah. Sangat dibutuhkan peningkatan daya tahan diri agar tidak mudah goyah dan jatuh dalam menghadapi pasang surutnya zaman.


Ada empat hal yang harus terus menerus dilatih untuk meningkatkan daya tahan diri agar tidak mudah tergoyahkan oleh dinamika zaman yang dapat menjebak hidup ini pada lingkaran suka dan duka itu. Melatih diri itu dinyatakan oleh Dr. Naresh Bhatia dalam bukunya "Bertatap Muka dengan Tuhan". Melatih diri secara terus menerus itu dinyatakannya atas nasehat guru spiritualnya. Empat hal itu adalah melatih kekuatan badan jasmani, melatih mental, melatih kecerdasan dan melatih kemampuan akal budi agar dapat mencapai wiweka jnyana.


Badan jasmani perlu dilatih dengan membiasakan hidup teratur berdisiplin ketat. Jangan menggunakan badan melebihi kemampuan daya dukungnya. Badan hendaknya selalu dipelihara dan dilatih agar senantiasa sehat, segar dan bugar.


Agar badan selalu sehat, salah satu caranya adaleah dengan jangan makan sembarangan. Jangan makan berdasarkan selera lidah saja. Lidah boleh menikmati makanan enak, tetapi jangan sampai makan seenaknya. Dapatkanlah makanan dengan jalan dharma. Makanlah jenis makanan yang satvika ahara sebagaimana diajarkan dalam Bhagawad Gita XVII.8. Makanlah jenis makanan yang sesuai dengan siklus tubuh alami. Waktu pagi siklus pembuangan, siang siklus pengolahan dan malam siklus pemanfaatan. Memakan jenis makanan sesuai dengan siklus tubuh makanan itu akan memberi manfaat maksimal pada kesehatan tubuh. Demikian menurut teori Dr. Harvy dalam buku "Hidup Sehat dan Bugar".


Badan yang disebut sarira dibangun dari lima unsur yang disebut panca maha bhuta yaitu zat padat, cair, panas, udara dan ether. Lima unsur inilah secara umum membangun badan jasmani. Lima unsur inilah yang membentuk tulang, otot, syaraf, darah dan kelenjar dan unsur yang lebih halus lainnya. Menurut para yogi, wujud yang sangat halus dari semuanya itu adalah cakra. Semua unsur itu harus diberikan makan, minum dan dilatih setiap hari agar berfungsi dengan sempurna. Melatihnya dengan olah raga untuk melenturkan otot dan syaraf secara teratur. Dengan yoga asana untuk menguatkan fungsi kelenjar dengan panca prananya. Sedangkan meditasi untuk menguatkan fungsi cakra menyeimbangkan semua unsur hidup dalam diri. Memelihara dan melatih tubuh ini harus dilakukan dengan disiplin yang ketat (karmasiksana). Melatih mental dilakukan dengan meluaskan kesadaran rohani (satsila). Dengan meningkatkan kesadaran rohani secara terus menerus, jiwa akan menjadi semakin cerah. Dengan jiwa yang cerah itu serta dengan keyakinan pada Tuhan sebagai sutradara agung kehidupan umat manusia, maka mental akan menjadi semakin kuat menghadapi berbagai dinamika kehidupan.


Suka dan duka akan diterima dengan sikap yang teguh (dhira) dan seimbang. Tidak akan ada kejadian apapun di alam semesta ini tanda seizin dan atas kesaksian Tuhan. Latihlah setiap hari menguatkan keyakinan tersebut Ada banyak metode untuk melatih katahanan mental tersebut. Melatih kecerdasan dilakukan dengan rajin belajar membaca teori-teori, pandangan dan berbagai perluasan wawasan hidup. Upaya pemahaman teoritis itu dilanjutkan dengan rajin mengamati dan menganalisa berbagai persoalan dalam kehidupan empiris. Untuk melakukan hal ini, salah satu caranya dengan rajin membaca dan mengikuti sajian berbagai media secara kontinyu.


Ajaran Hindu disabdakan oleh Tuhan bukan untuk membuat umat penganut menjadi semakin berat dan sulit dalam menjalank-an kehidupan. Kalau benar dan tepat caranya umat memahami dan mengamalkan ajaran Hindu tersebut, justru akan menjadi hidup semakin cerah dan sehat lahir batin. Demikian juga dalam kebersamaannya umat, akan semakin harmonis dan bersinergi secara dinamis dan produktif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya lahir batin. Umat tidak akan hidup kesepian dalam dunia ramai. Dalam kebersamaan itu umat akan dapat memenuhi kebutuhan sosiologis dan psikologisnya.


Dengan menjadikan hidup ini sebagai proses untuk melatih empat hal yang sudah disebutkan tadi secara terus menerus dengan berdisiplin, maka umat akan tangguh menghadapi perjalanan zaman yang sangat dinamis ini. Jika orang-orang tangguh menghadapi dinamika hidup, maka vibrasi spiritual yang tersebar akan semakin positif. Kalau banyak orang kecewa, sedih, marah, kesal, dendam dan senan-tiasa berniat buruk, maka vibrasi yang tersebar akan negatif. Vibrasi yang negatif ini amat kuat pengaruh negatifnya pada pembangunan diri yang tenang dan damai.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.


Via : pesonataksubali.blogspot.com/phdi.or.id

Foto By : @kakang_photoworks (ilustrasi)

#pesona_taksubali


Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?