Legenda Pura Rambut Siwi Jembrana Yang Masih Jarang Diketahui Masyarakat
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Pura Rambut Siwi" sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali
Pura Rambut Siwi adalah bagian penting dari deretan nama-nama pura yang ada di Bali. seperti diketahui pulau Bali dikenal juga dengan pulau seribu pura dan juga pula Dewata, sehingga tidak mengherankan anda bisa menemukan berbagai jenis pura di Bali, seperti pura Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga termasuk juga pura yang berada pada setiap pekarangan warga Hindu yang tidak terhitung jumlahnya.
Bangunan pura yang ada menjadi stana para Dewa (Dewata) sehingga hal tersebutlah membuatnya dikenal sebagai pulau Dewata. Tempat suci bagi agama Hindu di Bali ini, selain untuk memuja leluhur dan guru-guru suci, juga untuk memuja Dewa dan Dewi yang merupakan manisfestasi dari Tuhan atau Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Dan pura yang cukup besar dan terkenal adalah Rambut Siwi, sebagai salah satu Pura Dang Kahyangan Jagat. Nuansa alam yang ditawarkan indah, damai dan tenang, sehingga tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang melengkapi tujuan tour, bagi mereka yang ingin aktivitas mengisi liburan ke kawasan pariwisata Bali Barat.
Masyarakat di daerah Jembrana memohon kepada Tuhan di Pura Rambut Siwi dengan Pura Penataran dan Pura Segara-nya agar bumi, udara dan langit tidak terganggu fungsinya menjadi sumber kehidupan ekonomi agraris di Jembrana. Kemakmuran ekonomi itu sangat tergantung pada tercukupnya kebutuhan masyarakat akan makan, minum, sandang dan perumahan. Kalau tanah dan air rusak, udara kotor penuh polusi maka pertanian itu akan sulit dikembangkan dengan baik.
Mengapa pura ini sekarang lebih terkenal dengan sebutan Pura Rambut Siwi ? Hal itu terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur atau Majapahit ke Bali. Menurut Mpu Bhaskara Murti dari Geria Madu Sudana di kota Negara, saat Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau. Karena diharuskan, menyembahlah beliau di pura tersebut. Ternyata pura tersebut menjadi hancur berantakan. Karena demikian, penjaga pura akhirnya mohon maaf kepada Mpu Dang Hyang Nirartha. Di samping itu penjaga pura mohon agar pura itu dikembalikan pada keadaan semula. Atas kewisesaan Mpu Dang Hyang Nirartha, pura itu pun kembali utuh seperti sediakala. Mpu Dang Hyang Nirartha mengambil sehelai rambut beliau diletakkan di pura tersebut untuk dijadikan sarana pemujaan di pura tersebut. Sejak itulah pura tersebut bernama Pura Rambut Siwi. Nama Rambut Siwi inilah yang lebih populer sampai saat ini.
Saat Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali yang berkuasa di Jembrana adalah I Gusti Ngurah Rangsasa. Konon penguasa ini menganut ajaran Bairawa. Ajaran Bairawa ini bersumber dari ajaran Tantrayana. Pada zaman dahulu banyak yang menyalahartikan ajaran Tantrayana ini. Misalnya salah satu ajarannya ada yang menyatakan tentang maituna yang diartikan sebagai hubungan seks secara bebas dan erotis. Hakikat ajaran maituna adalah suatu sikap yoga untuk menguatkan dan meningkatkan hubungan purusa dengan pradana dalam diri. Dari hubungan tersebut akan muncul daya spiritual dari dalam diri yang lebih hebat. Daya spiritual itu akan mampu mengekspresikan kesucian Atman mencapai Brahman/keadaan diri yang seperti itu akan berdaya guna untuk membangun jati diri yang sehat jasmani dan rohani. Dalam Mahanirwana Tantra dinyatakan bahwa Tantrayana itu menguatkan kekuatan Guna Sattwam dan Rajas secara seimbang menguasai pikiran. Pikiran yang dikuatkan oleh Guna Sattwam dan Rajas itu akan mampu membuat manusia berniat baik dan berbuat baik secara nyata.
Nampaknya ajaran Tantrayana inilah yang diluruskan oleh Mpu Dang Hyang Nirartha ketika datang di Jembrana khususnya dan di Bali pada umumnya.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/balitoursclub.net/babadbali.com
Foto By : jejakpiknik.com (ilustrasi)



Comments
Post a Comment