Inilah Tradisi Unik "Nyakan Diwang" Atau Memasak Diluar Rumah Saat Pagi Hari Di Banjar Buleleng

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Nyakan Diwang" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Nyakan Diwang adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Kabupaten Buleleng, yaitu di Kecamatan Banjar. Nyakan Diwang atau masuk di luar pekarangan rumah tersebut dilakukan serentak di beberapa buah desa di kecamatan Banjar yaitu diantaranya Desa Banyusri, Desa Banjar, Desa Dencarik, Desa Kayu Putih, Banyuatis dan sejumlah desa lainnya. Tradisi Nyakan Diwang tersebut berhubungan dengan perayaan hari Raya Nyepi, terutama saat perayaan Ngembak Geni. Di Bali sendiri banyak tradisi unik yang digelar saat perayaan Ngembak Geni seperti mebuug-buugan di Kedonganan, Nyakan diwang di Buleleng dan Omed-omedan di Denpasar. Ketiga tradisi tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mengucapkan rasa syukur mereka dengan cara dan keyakinan yang berbeda-beda.


Desa Banjar sebagai salah satu tempat digelarnya Nyakan diwang atau memasak diluar rumah, melibatkan penduduk Desa Banjar, mulai dari anak- anak hingga lansia ikut berpartisipasi dalam menggelar Tradisi Nyakan Diwang. Tradisi tersebut jatuh tepat sehari setelah perayaan hari raya Nyepi. Tradisi ini tidak terikat oleh sanksi adat jika tidak ikut serta dalam pelaksanaanya. Namun penduduk Desa Banjar tetap antusias dan sangat senang apabila bisa tetap merayakan tradisi yang istimewa bagi mereka.


”Nyakan diwang ini merupakan tradisi sejak dulu. Dimana kegiatan ini kami yakini untuk menyucikan lingkungan dan dapur kami. Dilain itu pelaksanaan nyakan diwang ini dilakukan guna memupuk tali persaudaraan antara masyarakat satu dengan yang lainnya karena saat nyakan diwang yang dilakukan para masyarakat saling berkunjung antara masyarakat yang lainnya,” ujar Ida Bagus Kade Susila, warga Desa Banjar.


Seperti pada biasanya perayaan Ngembak Gni boleh terlaksanakan tepat setelah pukul 06.00 pagi dini hari, yang mana sebelumnya semua aktifitas warga terhenti sementara termasuk jalanan ditutup dan tidak ada kendaraan yang melintas, kecuali dalam keadaan gawat darurat. Perayaan Nyepi sendiri berkaitan dengan catur brata penyepian, tidak boleh bekerja, tidak boleh bepergian, tidak boleh menyalakan api dan tidak boleh bersenang-senang. Namun dikhususkan untuk warga desa yang merayakan tradisi Nyakan Diwang dan salah satunya desa Banjar, mereka mulai buka dan diperbolehkan merayakan tradisi tersebut mulai pukul 03.00 pagi dini hari.


Tradisi Nyakan Diwang yang dimulai dari pukul 03.00 sampai 07.00 dini hari ini memang agak susah untuk anda jumpai, apalagi bila berada di luar wilayah Kecamatan Banjar, kecuali jika menginap di kawasan ini. Karena Ngembak Gni sendiri baru pukul 06.00 dan sebelumnya masih berlangsung Hari Raya Nyepi, tidak boleh ada kendaraan yang melintas yang menyebabkan tradisi ini tidak dapat dinikmati atau disaksikan oleh wisatawan asing maupun warga lokal Bali, kecuali wisatawan atau anda ikut bermalam di rumah warga Desa Banjar dan sekalian bisa ikut merasakan perayaan hari raya Nyepi ala Desa Banjar.


“Tentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut membawa makna dan pengertian bagi masyakat yang ada di Desa Banjar seperti halnya dengan adanya pelaksanaan tersebut sebagai alat memupuk kekerabatan serta tali persahabatan antara satu dengan yang lainnya bahkan dengan adanya kegiatan tersebut juga dipandang untuk menyepikan dapur yang ada di masing-masing keluarga sehingga kekotoran atau keregedan terjauh dari keluarga dan kebahagian keluarga kecil dapat terjaga melalui nyakan diwang,” papar Ida Kade Ngurah.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/balitoursclub.net/news.beritabali.com

Foto By : Rangkuman Google (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?