Inilah Sejarah Pura Puseh Batuan Yang Erat Kaitannya Dengan Konsep Tri Kahyangan Tiga
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Pura Puseh Batuan" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Berada di Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Pura Paseh di Batuan ini dibangun pada tahun Isaka 944 atau 1022 Masehi. Pura Puseh ini merupakan bagian dari Tri Kahyangan pada desa Pakraman di Bali (Desa Pakraman adalah konsep kegiatan desa yang memiliki tiga pura Kahyangan seperti Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Dalem).
Konsep Tri Kahyangan dicetuskan oleh Mpu Kuturan pada tahun 1001 saat beliau datang pertama kali ke Bali. Tujuannya adalah untuk mempersatukan sekte-sekte serta kelompok-kelompok masyarakat di Bali agar menyembah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa (Tri Murti Tatwa). Pura suci yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana yang berasal dari dinasti Warmadewa ini memiliki ornamen ukir yang rumit, indah dan sangat halus. Bangunan Pura Paseh inipun sudah mengalami banyak pemugaran hingga sampai di bentuknya yang sekarang.
Seperti diketahui pura Puseh merupakan bagian dari Tri Kahyangan dalam sebuah desa Pakraman di Bali. Dan konsep desa Pakraman termasuk juga pura Tri Kahyangan dicetuskan dan digagas oleh Mpu Kuturan yang datang ke pulau Bali pada tahun 1001 Masehi. Tujuan beliau adalah mempersatukan sekte-sekte dan kelompok masyarakat yang ada di Bali untuk menyembah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa (Tri Murti Tatwa).
Keberadaanya memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, terutama latar belakang atau sejarah berdirinya pura Puseh Batuan ini. Yang cukup menarik adalah pura Puseh batuan merupakan pura Puseh tertua di Bali, terletak di dusun Tengah, desa Batuan, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar. Pura Puseh lan Desa ini di Batuan dibangun pada tahun Isaka 944 atau 1022 Masehi. Peninggalan bersejarah dari jaman Bali kuno ini tentu sangat menarik, sehingga menjadikanya sebagai tempat wisata yang cukup menarik bagi wisatawan.
Kalau dilihat dari kedatangan Mpu Kuturan di Bali pada tahun 1001, tentunya butuh proses dalam mencetuskan gagasan konsep religius seperti pemahaman Tri Murti dan pura Kahyangan Tiga, diadakan juga paruman-paruman (pertemuan) yang mempertemukan tokoh-tokoh kelompok, golongan dan juga sekte, sehingga pada akhirnya sekte masyarakat Bali akhirnya berhasil menyatu dan manunggal. Tempat pertemuan tersebut sekarang dikenal dengan Pura Samuan Tiga, lokasinya di Blahbatuh, berdekatan dengan pusat pariwisata Ubud, Gianyar.
Dan kalau dirunut, pura Puseh Batuan dibagun sekitar 21 tahun kemudian setelah kedatangan Mpu Kuturan. Sehingga menjadi pure Puseh tertua dan bisa dibayangkan umur pura Puseh ini sudah sampai ribuan tahun lebih, pantas saja menarik sejumlah kalangan dan wisatawan ingin mengenal lebih dekat dengan peninggalan sejarah ini.
Berdirinya Pura Puseh Batuan, memang memiliki catatan sejarah panjang dibangun pada awal mula peradaban budaya Hindu masuk ke Bali. Di pura ini juga tersimpan sejumlah peninggalan purbakala yang berasal dari jaman prasejarah, seperti sejumlah arca, lingga dan juga peripih. Untuk itulah Pura Puseh Batuan ini menjadi tempat menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat dengan perkembangan budaya dan sejarah Bali.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/kintamani.id/balitoursclub.net
Foto By : Rangkuman Google (ilustrasi)


Comments
Post a Comment