Mokshartham Jagadhita Yang Merupakan Simbol Dari Kemerdekaan Tanpa Koma

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Mokshartam Jagadhita" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Moksartham jagadhita ya ca iti dharma adalah tujuan hidup untuk mencapai kesejahteraan di dunia ini maupun mencapai moksa yaitu kebahagiaan di akhirat kelak yang dalam kutipan pokok pokok ajaran hindu dharma dalam babad bali disebutkan,

Moksa yang juga disebut mukti dengan tercapainya kebebasan jiwatman atau juga disebut mencapai kebahagiaan rohani yang langgeng di akhirat.

Jagadhita juga disebut bhukti yaitu kemakmuran dan kebahagiaan setiap orang, masyarakat, maupun negara. 


Dengan melaksanakan swadharma masing - masing secara tekun dan penuh rasa tanggung jawab yang dalam pelaksanaan catur dharma sebagai tugas yang patut kita dharma baktikan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk umum. Sehingga dharma sebagai dasar dan penuntun manusia di dalam menuju kesempurnaan hidup, ketenangan dan keharmonisan hidup lahir bathin yang dalam kutipan artikel rumah belajar hindu.


Keterpisahan antara atman dan brahmandengan "tanda koma" dalam Kehidupan memang hams dimaknai sebagai kesatuan Hidup. Seperti "tanda koma" yang memisahkan antara purusa dan prakerti harus dimaknai kembali dalam kesatuannya, bukan dalam penggalan-penggalannya sebagai "anak kalimat". "Tanda koma"yang memisahkan kalimat sesungguhnya untuk memudahkan membangun mak-na kesatuannya. Begitulah kemerdekaan, kebebasan, dan kebahagiaan hanya mungkin dicapai melalui kemampuan memisahkan dan menyatukan realitas.Akhirnya,kemampuan menggunakan "tanda koma" harus dilepaskan karena sesungguhnya merdeka sebagai kebebasan dan kesejahteraan memang tidak membutuhkannya.


Merdeka berarti bebas dari belenggu penjajah dan bebas untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri. Kalau tanpa koma, maka kata "merdeka" tidak hanya berarti bebas secara deskriptif, tetapi juga secara emosi, baik ekspresi emosi (mengungkapkan perasaan) maupun evokasi emosi (menimbulkan perasaan). Malahan mazhab Stoaberanggapan bahwa kebebasan hanyalah aktivitas batin-karena kata "bebas" tidak menunjuk sesuatu. Apalagi agama Hindu mengajarkan keberadaan manusia dikuasai oleh kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi, seperti dewa dan bhatara. Manusia tidak sepenuhnya mengatur hidupnya sendiri karena hidup insani dikuasai oleh dewata, bahkan manusia tersanderadalam dunia: kondisi, situasi, dan suasana.Untuk menimbulkan kesadaran akan kebebasan dan bebas dari penyanderaan dunia itulah tujuan agama Hindu, "atmanah moksartham jagadhita ya ca ithi dharma".


Merdeka sama dengan bebas, karena itu kemerdekaan adalah kebebasan. "Keadaan bebas" ini merupakan derivasi dari penjelasan kata "merdeka" dan "bebas" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata "merdeka" berarti bebas, bebas dari, lepas dari, berdiri sendiri, tidak terkena, tidak terikat, tidak tergantung, dan leluasa. Kata "bebas" berarti lepas sama sekali, lepas dari, tidak terikat, tidak terbatas, tidak dikenakan, tidak terdapat, dan merdeka. Leksikalitas kata "(ke) merdeka (an)" dan "(ke) bebas (an)" diungkapkan untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya arti dan makna suatu kata secara semiotik tidak pernah merdeka dan bebas. Arti dan makna sebuah kata selalu terikat pada sintaksis (hubungan formal antara satu tanda dengan tanda lain), semantik (hubungan tanda dengan objek), dan pragmatik (hubungan tanda dalam pemakaian).


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/phdi.or.id/sejarahharirayahindu.blogspot.com.

Foto By : @_dw.artwork_ (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?