Memahami Esensi Kesadaran Dengan Landepin Idep

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Landepin Idep" sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Landep menjadi penanda suatu masa atau waktu dalam sistem pawukon. Dalam bahasa Banten, /andep berarti runcing atau lancip. Sama halnya dalam bahasa Bali, kata ini sering diidentikkan dengan senjata penunjang kehidupan. 


Istilah landep tidak dapat dilepaskan dengan mitos kelahiran Watugunung dari ibunya yang bernama Sinta dalam Babad Tanah Jawa. Ceritanya mirip dengan legenda Sang-kuriang dan Oedipus karena terdapat kesan incest di dalamnya. 


Dalam cerita tersebut, Sinta dan Landep merupakan dua orang putri bersaudara. Keduanya tidak terpisahkan, kecantikan dan kesaktiannya sama-sama mumpuni dan saling melengkapi, sehingga tidak mungkin memisahkan keduanya termasuk dalam hal perkawinan. Perkawinan mereka dengan Rsi Gana melahirkan Watugunung, sedangkan dari perkawinannya yang kedua dengan Watugunung, lahir 27 orang putra. 


Jika kemudian dikaitkan dengan sistem pawukon, Watugunung menduduki posisi terakhir, sedangkan Sinta menduduki posisi pertama. Setelah wuku Sinta inilah muncul wuku Landep. Hal ini diberi penjelasan oleh mitos bahwa Dewa Wisnu memberikan jalan ke Surga Secara beriringan mulai dari Sinta, Landep, sampai terakhir Watugunung. 


Peran Landep tidak banyak dibahas dalam mitos Watugunung. la hanya istri kedua, apalagi tidak melahirkan seorang anakpun. Ia seperti hanya bayangan Sinta, yang selalu mengikuti kemanapun Sinta pergi, termasuk dalam sistem pawukon. Seperti dua keping mata uang, juga seperti mitos dan logos yang tidak terpisahkan. 


Tetapi, penjelasan ini masih perlu diberi tanda kurung. Manakah yang lebih dahulu antara kisah Watugunung atau sistem pawukon? Mitos atau logosnya? Terlepas dari pertanyaan tersebut, sistem pawukon memang telah menjadi tradisi dalam penentuan segala hari baik dalam masyarakat tradisional Jawa dan Bali. Dalam hal ini memang sulit memisahkan keduanya, seperti suatu kepercayaan yang dibuktikan secara empinis dan logis. 


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/mutiarahindu.com

Foto By : @simantamotret (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?