Inilah 3 Lapisan Yang Menyelimuti Badan Manusia Menurut Ajaran Hindu

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Tri Sarira" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Kata Tri Sarira berasal dari Bahasa Sanskerta, yaitu dari kata Tri dan Sarira. Tri berarti tiga, dan kata Sarira dalam tulisan Sankerta adalah Śarīra temasuk jenis neuter yang berarti; rangka , badan.

Jadi Tri Sarira berarti tiga badan atau tiga lapisan badan manusia yang terbentuk dari unsur, fungsi dan kwalitas berbeda.


Bagian-bagian Tri Sarira

Sesuai dengan arti Tri yang berarti tiga, maka bagian dari Tri Sarira terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Stula Sarira atau Raga Sarira atau badan kasar,

Suksma Sarira atau badan halus,

Antakarana Sarira atau badan penyebab yaitu Atman yang menjiwai tubuh manusia.


Adapun bagian bagian dari tri Sarira yakni:


1. Stula Sarira

Stula Sarira adalah lapisan badan yang paling luar. Stula Sarira disebut juga badan kasar badan fisik atau badan wadah. Stula Sarira dapat ilihat dan merupakan organ-organ tubuh yang dapat dilihat dan diraba. Stula Sarira terbentuk dari unsur Panca Maha Bhuta, yaitu:

• Pertiwi adalah zat yang padat. Wujud dari pertiwi cenderung tetap (padat), zat ini juga menentukan bentuk-bentuk benda di alam semesta. Contohnya : tulang, daging dan otot.

• Apah adalah zat yang cair. Zat ini lebih halus daripada Pertiwi dan dapat berubah-ubah bentuknya. Contohnya: darah, dan lender.

• Teja adalah zat segala zat panas. Zat ini lebih halus daripada Apah karena hanya dapat dilihat dan dirasakan. Contohnya: suhu badan.

• Bayu adalah zat udara. Contohnya: nafas.

• Akasa adalah zat eter atau hampa. Contohnya: rongga tubuh


2. Suksma Sarira

Suksma Sarira atau badan halus adalah lapisan badan yang tidak dapat dilihat dan diraba, yaitu alam pikiran manusia. Alam pikiran letaknya jauh di dalam badan sehingga disebut dengan badan halus. Badan Halus dalam Agama Hindu disebut Suksma Sarira. 

Suksma Sarira dalam Bahasa Sansekerta disebut citta. Ingatan atau citta adalah pengalaman yang dibuat tubuh, dipikirkan, dilihat dan dirasakan selama manusia hidup di dunia ini.Citta adalah salah satu unsur yang membentuk watak atau budi seseorang. Pada citta ini terdapat unsur Dasendria, yaitu lima indriya pengenal yang disebut Panca Budhindriya yang terdiri dari: 

• Cakswindriya adalah indria pengelihatan yaitu terletak pada mata

• Srotendriya adalah indria pendengar yaitu terletak pada telinga

• Ghranendriya adalah indria penciuman yaitu terletak pada hidung

• Twakindria adalah indria pengenal rasa sentuhan yaitu terletak pada kulit

• Jihwendria adalah indria pengecap yaitu terletak pada lidah


dan lima indriya pekerja atau penggerak yang disebut Panca Karmendriya, yang terdiri dari:

• Panindriya adalah indria penggerak pada tangan

• Padendria adalah indria penggerak pada kaki

• Garbhendriya adalah indria penggerak pada perut

• Upastendriya adalah indria penggerak pada kemaluan laki-laki.

• Bhagendriya adalah indria penggerak pada kemaluan perempuan.

• Pajwindriya adalah indria penggerak pada pantat atau dubur.


3. Antakarana Sarira

Antakarana Sarira adalah lapisan badan yang paling halus yaitu Atman. Antakarana Sarira disebut juga badan penyebab. Atman inilah yang menjiwai manusia sehingga bisa hidup dan beraktivitas.

Adapun fungsi dari Tri Sarira adalah untuk menentukan kehidupan manusia di dunia ini. Tubuh manusia (Stula Sarira) adalah alat dari pikiran (Suksma Sarira). Sedangkan atman yang menentukan gerak pikiran manusia. 


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/hindualukta.blogspot.com

Foto By : @_dw.artwork_ (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?