Ingatlah Selalu Untuk Melakukan Pengorbanan Suci Demi Kesejahteraan Bersama

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Yadnya" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Saha-yajnah prajah sratva, purovaca prajapatih, anena prasavisyadhvam, esavo’stv ista-kama-dhuk

(Bhagawad Gita Bab III.10.)


Sloka di atas adalah petikan Bhagawad Gita Bab III.10. Artinya: Pada masa yang lalu, Prajapati, Sang Pencipta, telah menciptakan alam semesta beserta makhluknya melalui persembahan suci yadnya dan bersabda: "Dengan pengorbanan ini engkau akan sejahtera. Melaksanakan perbuatan sebagai pengorbanan suci akan dapat memenuhi segala sesuatu yang engkau inginkan.”


Kamaduk dalam sloka ini seringkali diartikan sebagai alam lingkungan yang ada di bumi. Kamaduk juga sering diibaratkan “sapi kemakmuran” yang akan beranak-pinak menghasilkan berbagai kesejahtraan.


Dengan demikian ada tiga hal yang berhubungan dengan yadnya atau pengorbanan suci. Yakni Prajapati yaitu Tuhan itu sendiri, Praja yaitu manusia, dan Kamadhuk yaitu alam semesta. Manusia (Praja) harus berbhakti kepada Tuhan (Prajapati), manusia harus mengabdi dan saling memberikan pengorbanan (yadnya) kepada sesama manusia dan manusia pun harus memberikan yadnya untuk kelestarian alam (Kamadhuk). Tiga pengabdian berdasarkan yadnya ini kemudian dikelompokkan dalam suatu istilah Tri Hita Karana. Munculah penjabaran yang lebih sederhana, yakni berbhakti kepada Tuhan (parahyangan), berbhakti kepada sesama manusia (pawongan), memelihara lingkungan alam dengan harmonis (palemahan).


Konsep persembahan dan yadnya ini juga sinkron dengan tiga tujuan dalam mengamalkan ajaran agama. Pertama, untuk meningkatkan kualitas diri pribadi. Kualitas diri ini adalah sehat jasmani dan rohani, tenang dalam menghadapi berbagai gejolak hidup, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup lewat pendidikan yang memadai. Ini disebut Swa Artha. Yang kedua disebut Para Artha, yaitu mengabdi kepada sesama manusia ciptaan Tuhan. Tolong menolong berdasarkan kasih dan dilandasi dengan punia yang tulus ikhlas (lascarya). Tujuan yang ketiga disebut Parama Artha. Inilah tujuan pengamalan agama yang tertinggi, menyerahkan diri kepada Tuhan melalui bhakti dan pengabdian. Ketiganya ini tetap berlandaskan yadnya yang ikhlas dan pengorbanan yang suci.


Setiap manusia dalam kesehariannya harus bekerja keras bukan untuk kepentingan diri semata, tetapi ada kepentingan yang lebih mulia meski seperti tersembunyi. Kepentingan itu adalah pengorbanan yang tulus untuk kesejahtraan bersama dan menyerahkan pengorbanan ini kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap pengorbanan yang tulus akan membersihkan jiwa-raga kita, dan hal ini merupakan suatu tindakan spiritual yang bisa jadi tidak disadari oleh pelakunya. Secara pelanpelaku yadnya ini akan dijauhkan dari segala mara-bahaya dan hal-hal yang bersifat negatif.


Yadnya dalam kegiatan karma keseharian adalah sarana untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. Terlebih Yadnya dalam bentuk Upacara/ritual jelas merupakan wujud nyata usaha menghubungkan manusia dengan Sang Penciptanya.


Dalam Mantra, 1970:51 (Acara Agama Hindu) dijelaskan bahwa “Evam Hahuvidha Yajna, Wflata hrahnano, nukhe, karmajan viddhi tan, sai-van, evainjnatva vimoksaye.” Yang artinya: “Jadi banyak macam pengorbanan (Yajna) tersebar dimuka Brahman (tersebar sebagai untuk mencapai jalan Brahman). Ketahuilah olehmu bahwa semua ini lahir dari pekerjaan (karma), dan mengetahui ini kamu akan terlepas.”


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/phdi.or.id/hindualukta.blogspot.com

Foto By : @kakang_photoworks 

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?