Beginilah Peranan Ayah Yang Sangat Penting Dalam Membina Keluarga Sejahtera
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Peran Seorang Ayah" sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali
Ayah adalah orang tua laki-laki seorang anak. Tergantung hubungannya dengan sang anak, seorang "ayah" dapat merupakan ayah kandung (ayah secara biologis) atau ayah angkat. Panggilan "ayah" juga dapat diberikan kepada seseorang yang secara de facto bertanggung jawab memelihara seorang anak meskipun antar keduanya tidak terdapat hubungan resmi.
Selain sebagai ikatan/jalinan pengabdian yang tulus ikhlas antara seorang ayah kepada ibu dan anak, dalam keluarga juga terdapat kewajiban atau swadarma untuk melakukan panca yadna(Weda Smrti III 67.71), itu lima pengabdian yang ikhlas,suci, nirmala antara lain:
1. Kepada Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya(dewa yadnya)
2. Kepada orang suci(Rsi Yadnya)
3. Kepada orang tua, leluhur/guru rupaka(Pitra Yadna).
4. Kepada sesama manusia(Manusa Yadnya).
5. Kepada Alam semesta(Bhuta yadnya).
Selain kewajiban panca yadnya tersebut diatas, setiap unsur dalam keluarga Hindu memiliki kewajiban masing-masing antara lain:
Kewajiban Suami :
“Wahai mempelai laki-laki, lakukanlah yadnya(pengorbanan suci) yang akan mengantarkan keluargamu mencapai kebahagiaan dan perkawinan yang penuh rahmat. Senantiasa berbaktilah kepada Hyang Widhi, berikannlah kegembiraan kepada semua makhluk.”(Yajur Weda VIII,4)
Dalam Kitab Sarasamuccaya 242 disebutkan kewajiban suami antara lain:
• Sarirakrt artinya, mengupayakan kesehatan jasmani anak-anaknya.
• Prana data, membangun jiwa anak-anaknya.
• Anna data, artinya: memberikan makan.
• Dalam Grhya Sutha, seorang suami mempunyai 2(dua) kewajiban antara lain:
Memberikan perlindungan pada istri dan anak(patti).
Bhastri, artinya seorang suami berkewajiban menjamin kesejahteraan istri dan anak-anaknya.
Ayah memiliki peranan pending dalam membina keluarga. Jika dikaitkan dengan Panca Sthiti Dharmaning Prabhu, maka peranan ayah adalah sebagai berikut:
Tut wuri handayani. Ayah harus memberikan motivasi pada anak dan keluarganya untuk mencapai tujuannya. Ia harus berhasil mengantar anaknya menjadi ‘orang’ (‘nguwongne’).
Ing madya mangun karso. Di dalam keluarga, ayah harus bisa membimbing dan mengajak setiap anggota keluarga dalam mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat. Dengan melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan (sesuai dengan umurnya) maka akan membantu ayah dalam mendidik anak menjadi ‘orang’.
Ing ngarsa sung tulada. Peran ayah sebagai pemimpin rumah tangga tentu akan menjadi sorotan keluarga dan masyarakat. Ayah harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anaknya dan juga keluarganya. Setiap tindakan harus dilakukan dengan dasar dharma.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/hindualukta.blogspot.com/paduarsana.com
Foto By : liputan6.com


Comments
Post a Comment