Apakah Makna Sebenarnya Dari Naur Sesangi ? Apakah Dampaknya Jika Diingkari ?

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Naur Sesangi" sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Sebuah kesepakatan yang diucapkan memang selayaknya harus ditepati. Sebuah ajaran agama Hindu di Bali yang mengajarkan kamu arti tentang menepati janji bernama Sesangi. Ini merupakan sebuah konsep dalam kehidupan sehari-hari bahwa, setiap manusia harus bisa menepati janjinya.


Kegiatan ini biasanya sih dilakukan oleh umat Hindu di Bali tatkala pernah meminta sesuatu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar bisa dikabulkan. Setelah dikabulkan, seseorang yang sudah mendapatkannya akan menghaturkan sesuatu sebagai bentuk ucapan syukur atas terkabulnya permohonan tersebut.


Sesangi juga merupakan sebuah transaksi yang sifatnya niskala, jadi cuman si pemohon aja yang tahu apa yang ingin dipersembahkan dan biasanya proses ini memang sifatnya pamrih. Ya, sadar diri aja lah, gimana kamu meminta sesuatu dengan sungguh-sungguh, terus berjanji akan memberikan persembahan, masa tidak dilunasi?


Sesangi merupakan sebuah janji yang pernah diucapkan sebagai sebuah permohonan.

Dan apabila terkabul wajib ditepati dengan melaksanakan upacara "mayah/naur sesangi".

Seperti halnya :

• Ngider Githa sebagai sarana untuk membayar kaul atau sesangi bila berhasil membeli lahan sawah yang ditanami padi.

• Sesangi nasi tumpeng dengan menggunakan catu yang bertujuan untuk memohon hasil panen yang berlimpah.


Pada saat-saat dan momen tertentu biasanya digunakan Banten Guling. Sebagaimana sesangi menurut Bali Magic sesungguhnya dasar pelaksanannya adalah rasa bhakti, rasa syukur atas anugrah atau atas tekabulnya doa atau keinginan, dan sesungguhnya bukalah perjanjian kepada Tuhan, Ida sanghyang Widhi atau Ratu Batara. Sesangi merupakan janji kepada diri sendiri untuk selalu atau senantiasa bersyukur atau mensyukuri atas segala karunia dari Tuhan.


Kapan dan dimana biasanya sesangi dilakukan ??

Sesangi biasanya dilakukan pada saat-saat dan momen tertentu seperti misalnya,

Dalam keadaan Sakit, mohon di suatu tempat agar diberikan kesembuhan, bila sembuh akan menghaturkan Banten Guling dan sebagainya. Bisa juga pada anak sekolahan, anak kulihan, 

bila lulus ujian berjanji megundul dan lain sebagainya.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : Pesonataksubali.blogspot.com/masbroo.com/sejarahharirayahindu.blogspot.com

Foto By : sejarah hari raya hindu (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?