"Gitgit Waterfall" Wisata Alam Air Terjun Yang Terkenal Di Buleleng

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Air Terjun Gitgit" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Lokasi air terjun Gitgit di Buleleng ini berada di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada cukup mudah untuk dicapai karena objek wisata dimana jaraknya tidak terlalu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Denpasar kira-kira 11 KM ke arah selatan Singaraja, dengan kota Singaraja. Sepanjang perjalanan Smart Traveler akan melintasi kawasan wisata Bedugul seperti Danau Beratan, Kebun Raya Bali dan Pura Ulun Danu Bedugul.


Ketinggian air terjun Gitgit sekitar 48 meter di atas permukaan laut dengan lebar paling atas sekitar 3 meter dan ke bawah hingga 5 meter. Bagi para penduduk di sekitar objek wisata, air terjun Gitgit biasa disebut dengan nama Air Terjun Desa.


SEJARAH AIR TERJUN GITGIT


Menurut masyarakat sekitar, air terjun Gitgit memiliki cerita sejarah yang cukup unik. Pada masa kolonial, terdapat sebuah markas Belanda di daerah Persangrahan Gitgit dimana air terjut Gitgit digunakan oleh Tuan-tuan Belanda untuk tempat pemandian populer dengan sebutan Ceburan Tuan.


Kemudian seiring waktu berjalan pada tahun 1939 tempat ini dijadikan menjadi destinasi wisata oleh seorang pegawai Belanda, merupakan Kepala Liefring Van Der Tuuk yang saat ini dikenal dengan dengan nama Gedong Kertya.


Objek wisata air terjun Gitgit terbilang masih sangat alami serta menyajikan eksotisme alam nan sejuk khas kawasan pegunungan. Kuat nya arus air mengalir ditambah tingginya air terjun membuat uap dan embun air yang jatuh di sekitar memberikan suasana segar.


Hanya saja untuk sampai ke loket tiket menuju lokasi wisata air terjun ini, semeton perlu berjalan kaki terlebih dahulu dari titik parkir. Setidaknya semeton perlu menempuh perjalanan sejauh 50 meter.


Sepanjang perjalanan semeton juga akan menyaksikan pemandangan alam yang begitu indah. Pemandangan indah tersebut didapat dari persawahan sekitar, lingkungan pedesaan hingga kebun kopi serta cengkeh. Lelahnya perjalanan menuju lokasi tentu akan terbayar dengan keindahan pemandangan sesampainya disana. Belum lagi jika Semeton berjalan bersama orang terkasih. Tentunya waktu serasa berjalan cepat sekali.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/baligetaway.co.id/topijelajah.com

Foto By : Rangkuman Google

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?