Fenomena Menarik Yang Sering Terjadi Saat Orang Tua Meninggal/Ngaben

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Fenomena Saat Ngaben" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Sering menyaksikan anak-anak, menantu dan cucu pada menangis histeris dan berebut memandikan jenasah orang tuanya.


Namun semasa orang tua masih hidup, adakah anak, menantu dan cucu yg menangis dan berebut untuk melayani orang tuanya ?


Dalam Sarasamuccaya 239, disebutkan:


Tapascaucavata nityam dharmasatyaratena ca, matapitroraharah pujanam karyamanjasa.


Artinya: Orang yang menghormati ibu bapaknya setiap harinya, namanya teguh melakukan tapa dan senantiasa menyucikan dirinya, tetap teguh berpegang kepada yang disebut dharma.


Dari sisi etimologi anak berarti orang yang memberi pertolongan atau menyelamatkan arwah leluhurnya dari neraka. Didalam Sarasamuccaya 228 disebutkan:


Durbalartham balam yasya tyagartham ca parigrahah, pakascaivapacitartham pitarastena putrinah.


Artinya: Yang dianggap anak adalah orang yang menjadi pelindung bagi orang yang memerlukan pertolongan, serta menolong kaum kerabat yang tertimpa kesengsaraan, mensedekahkan segala hasil usahannya, memasak dan menyediakan makanan untuk orang-orang miskin, demikian putra sejati namanya.


Sesuai sloka diatas, sebagai seorang anak harus dapat menempatkan diri pada posisi yang sebenarnya, artinya mengetahui dan melaksanakan kewajibannya. Bagi keluarga Hindu anak diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga, berpengatahuan, cerdik cendikiawan dan mempunyai wawasan berpikir yang luas serta yang lebih penting adalah memiliki budi pekerti yang luhur. Inilah yang disebut dengan istilah “Suputra”, Su artinya Baik, Putra artinya Anak, Suputra adalah anak yang baik atau mulia.


Ngiring semeton sareng sami, semasih semeton memiliki orang tua yang sehat, gunakan kesempatan nike dengan baik nggih semeton untuk menunjukkan rasa bakti kita kepada orangtua kita, karena sejatinya kawitan sekala adalah orang tua kita. Jangan sampai disaat orang tua semeton masih hidup di sia-siakan dan disaat orang tua semeton sudah meninggal baru berebut menunjukkan kasih sayang dan kita merasakan penyesalan yang sangat dalam.


Ngiring seberapa hebatnya semeton saat ini, seberapa kayanya semeton saat ini, seberapa bahagianya semeton saat ini harus tetap ingat dengan orang tua kita karena selama kita kecil hingga kita sukses saat ini orangtua kitalah yang berkorban, melindungi semeton dari bahaya-bahaya yang ada, memberikan semeton makanan yang bergizi, merahasiakan semua kelelahan dan masalah beserta cacian yang di terima oleh orang tua semeton saat di luar sana hanya demi untuk menafkahi semeton agar semeton hidup bahagia 🙏


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/paduarsana.com

Foto By : yukepo.com

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?