Sejarah Menarik Dibalik Hiruk Pikuk Kota Denpasar
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Sejarah Kota Denpasar" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Denpasar, sebagai ibukota dari Provinsi Bali tentu banyak dikenal oleh masyarakat. Terlebih lagi, kota tersebut terletak di Pulau Bali yang merupakan destinasi wisata dunia. Namun hingga kini tidak banyak orang yang mengetahui betul bagaimana sejarah terbentuknya Kota Denpasar hingga seperti sekarang.
Dalam sejarahnya, Denpasar adalah sebuah taman. Namun taman tersebut tidak seperti taman pada umumnya, karena merupakan taman kesayangan dari Raja badung pada waktu itu, Kyai Jambe Ksatrya. Pada waktu itu, Kyai Jambe Ksatrya tinggal di Puri Jambe Ksatrya, yang kini menjadi Pasar Satria. Taman ini unik, karena dilengkapi dengan tempat untuk bermain adu ayam. Hobi Kyai Jambe Ksatrya adalah bermain adu ayam, oleh karena itu tidak jarang sang raja mengundang raja-raja lainnya di Bali untuk bermain adu ayam di taman tersebut.
“Jika dibandingkan dengan sekarang, taman tersebut semacam villa persitirahatan”, ujar AA Ngurah Putra Darmanuraga, penekun sejarah sekaligus tokoh di Puri Pemecutan.
Nama denpasar sendiri terdiri dari dua kata yaitu “den” yang berarti utara dan “pasar” yang berarti pasar. Nama ini diberikan pada taman tersebut mengingat lokasinya yang terletak di utara pasar. Kini taman tersebut menjadi Jaya Sabha, rumah jabatan untuk Gubernur Bali. Secara administratif, Kota Denpasar diresmikan sebagai sebuah kota pada tahun 1788. Pembentukan kota ini mengalami proses yang panjang, bahkan sejak Pulau Bali masih ditinggali oleh kerajaan-kerajaan.
Kota Denpasar didirikan oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan yang merupakan keturunan dari Puri Pemecutan. Nama Denpasar muncul pada saat wilayah yang dahulunya disebut sebagai wilayah Badung ini dipimpin oleh dua kerajaan yaitu Puri Pemecutan dan Puri Jambe Ksatrya. Menurut peneliti sejarah Kota Denpasar yang juga Guru Besar Sejarah Fakultas Sastra Unud, AA Bagus Wirawan, di saat itu terdapat dua puri yang menandakan adanya dua pemerintahan yaitu Puri Alang Badung dan Puri Pemecutan.
Pemilihan 27 Februari 1788 sebagai tanggal pendirian Kota Denpasar tidak lepas dari peristiwa peresmian Puri Pemecutan yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan. Peresmian puri ini juga menimbulkan polemik tersendiri di wilayah Kota Denpasar saat itu, karena terjadi dualisme kepemimpinan.
Terdapat dua anggota bangsawan yang memiliki kekuatan dalam memerintah wilayah Kerajaan Badung. Dua kerajaan tersebut Puri Agung Pemecutan dan Puri Jambe Ksatrya. Alhasil, wilayah yang terletak di sebelah barat dari Tukad Badung dikuasai oleh Puri Pemecutan. Sementara itu, area yang ada di timur Tukad Badung adalah wilayah dari Puri Jambe Ksatrya.
Dalam perang penghabisan melawan Belanda, Kerajaan Badung kemudian harus tunduk kepada Belanda. Puri Agung Pemecutan Denpasar pun mengalami kerusakan besar. Selanjutnya, puri ini direstorasi oleh keturunan anggota kerajaan, yakni Tjokorda Alit Ngurah pada 1929.
Setelah era kemerdekaan Indonesia, Kota Denpasar sempat tercatat sebagai salah satu wilayah dari Kabupaten Badung. Bahkan, melalui Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958, Denpasar ditunjuk sebagai Ibu Kota Kabupaten Badung.
Status Kota Denpasar kemudian meningkat menjadi Ibu Kota Provinsi Bali pada tahun 1960, sebelumnya ibu kota terletak di Singaraja. Lalu, pada tahun 1978, Denpasar secara resmi lepas dari Kabupaten Badung dan berdiri sebagai Kota Administratif Denpasar. Sejak tahun 1992, Denpasar kemudian resmi berstatus sebagai kota madya.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : pesonataksubali.blogspot.com/denpasarkota.go.id/kintamani.id
Foto by : Rangkuman Google




Comments
Post a Comment