Mengenal Tradisi Unik perang api di Klungkung "Lukat Geni"

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Tradisi Lukad Geni" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Tradisi Lukat Geni merupakan suatu cara pembersihan menggunakan sarana api (Brahma) untuk keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung.


Menurut Bahasa Bali, kata lukat, melukat artinya membersihkan kekotoran batin. Sedang kata geni artinya api. Jadi Lukat Geni merupakan suatu cara pembersihan menggunakan sarana api (Brahma) untuk keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung.


Sementara itu sebelum dilakukan tradisi ini juga ada berbagai persyaratan yang dilakukan. Diantaranya seperti membersihkan diri di sumber mata air kemudian dilakukan persembahyangan bersama di Pura Merajan setempat untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dan para Leluhur agar para peserta diberikan keselamatan dalam melaksanakan ritual tersebut.


Penglingsir Puri Satria Kawan, A.A Gde Agung Rimawan menuturkan, Lukat Geni mempunyai makna yang sangat luar biasa. Lukat Geni adalah suatu cara pembersihan/penglukatan diri menggunakan sarana api (Dewa Brahma). Lukat Geni atau perang api menggunakan sarana dari daun kelapa kering yang diikat sebanyak 36 lembar atau dijumlah sembilan. Jumlah ini berada dalam sembilan penjuru arah mata angin atau Dewata Nawa Sanga sebagai pelindung atau benteng keselamatan. Selain itu, obor sebanyak 33 buah juga melengkapi pelaksanaan tradisi ini. Jumlah 33 ini sebagai kekuatan yang terbagi sesuai arah mata angin dan warna. Dari arah timur sebanyak lima buah, selatan sembilan buah, barat tujuh buah dan utara empat buah serta posisi tengah sebagai poros utama sebanyak delapan buah. “Penglukatan itu ada berbagai jenis sarana. Ini kita pakai api (Brahma) sebagai penglukatan,” ujar Rimawan.


Selain sebagai pembersihan diri, tradisi Lukat Geni dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan Bhuana Alit dan Bhuana Agung, menjaga alam beserta isinya. Sehingga, umat dalam melaksanakan catur brata penyepian keesokan harinya dapat berjalan dengan baik dan hikmad. “Semoga dengan adanya tradisi ini semakin mepererat persatuan dan kesatuan serta sebagai pedoman bagi generasi muda disini untuk menjaga warisan leluhurnya,” harapnya.


Dengan diiringi tabuh Baleganjur, sebanyak 18 pasang pemuda mengikuti tradisi ini. Mereka terlibat saling pukul dengan bara dari dauh kelapa kering tersebut. Tidak ada rasa sakit dan dendam di antara mereka. Semua dilakukan dengan suka cita.


Tradisi Lukat Geni biasanya dilakukan Krama Puri Satria Kawan, Desa Pakraman Sampalan Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung untuk menyambut pergantian Tahun Baru Isaka.


Tradisi Lukat Geni mirip dengan tradisi terteran di Desa Adat Jasri Kabupaten Karangasem. Bahan yang digunakan juga sama yakni prakpak ( daun kelapa kering yang di ikat lalu dibakar) . Tapi pemaknaan dari kemiripan tradisi ini sedikit berbeda . Jika terteran Desa Adat Jari Karangasem bertujuan untuk mengusir roh jahat, namun lukat geni Puri Satria Kawan bertujuan untuk pembersihan diri dan alam semesta.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/paduarsana.com/balifactualnews.com/balitribune.co.id

Foto By : Balitribune.co.id

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?