Jangan menganggap diri anda paling hebat dan benar biarkan orang Lain yang menilai "Eda ngaden awak bisa"

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Eda Ngaden Awak Bisa" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Sebagai orang Bali, pasti sudah tak asing lagi dengan kalimat “Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin.” Terjemahannya "jangan menganggap diri bisa, biar orang lain menilai. Kalimat ini adalah bait pertama dan kedua dari lagu berbahasa Bali, termasuk pupuh ginada untuk sekar alit, pengantar tidur anak-anak.


Kalau diartikan lebih luas, makna yang terdapat di bait-bait tersebut, bahwa kita tidak boleh arogan/sombong ketika tahu sesuatu, ini sering digunakan oleh masyarakat Bali khususnya, sebagai acuan mereka dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari. Namun, jika hanya dimaknai sebagian saja, nilai dalam dua bait tersebut, bisa berpengaruh kurang baik, misalnya banyak anak-anak yang tak mau menonjolkan dirinya karena takut dikatakan sombong.


Nilai yang terkandung sebenarnya memiliki pesan yang sangat baik. Selain agar tidak sombong/takabur, kita diharapkan lebih reflektif dan mawas diri. Namun, jika hanya dimaknai sebagian saja, nilai dalam dua bait tersebut, tidak bisa berlaku di semua situasi dan bisa berpengaruh kurang baik. Di pembelajaran di kelas, misalnya, siswa bisa saja menjadi pasif, tidak mau menonjolkan dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam aktivitas belajar. Mereka tidak mau dikatakan sombong dan sejenisnya. Demikian juga di konteks pekerjaan. Kata-kata seperti “kapan majunya (orang Bali) kalau selalu mengaku tidak bisa,” atau “ini sebabnya kita selalu kalah dibanding yang lain, karena tidak pernah mau menonjolkan kemampuan yang dimiliki, meski bisa diandalkan.” Sekali lagi, kita tidak bisa melihatnya secara sepotong-sepotong. Lagu ini harus dimaknai secara utuh dari seluruh bait yang ada. 


Bait lengkapnya adalah sebagai berikut:


Eda ngaden awak bisa

Depang anake ngadanin

Geginane buka nyampat

Anak sai tumbuh luu

Ilang luu buka katah

Yadin ririh liu nu peplajahan


Terjemahannya :


"Jangan mengira dirimu sudah pintar

Biarlah orang lain yang menilai diri kita/menyebutnya demikian

Ibarat sedang menyapu

Sampah akan muncul terus menerus

Kalau sampah habis, masih banyak debu

Biarpun kamu sudah pintar, masih banyak yang harus dipelajari"


Lagu ini terkesan begitu polos, lugu, apa adanya, namun penuh makna. Dari setiap baitnya mengandung makna :


1. Jangan sombong, mengatakan diri pintar, diri baik, serba tahu dan seterusnya, juga hindari memuji diri sendiri. Orang lainlah yang menilai dan mengatakan bukan diri anda. 

2. Belajar ataupun tindakan baik apapun yang kita lakukan harus terus menerus. Ibarat orang menyapu, tidak cukup hanya dilakukan sekali saja.

3. Tidak ada manusia yang sempurna. Seseorang mungkin pintar dalam ilmu tertentu tapi bisa jadi bodoh dalam ilmu lain.


Menurut Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara disampaikan dalam Talkshow Inspiratif yang diselenggarakan oleh di Ruang Pararupa Gedong Tiga Wartam, Denpasar (9/5/2018)." bahwa hal ini menjadi perenungan untuk lebih menyikapi segala sesuatunya sesuai dengan situasi ataupun budaya masyarakat. Eda Ngaden Awak Bisa memang memiliki makna langsung “Jangan Menunjukan Dirimu Bisa”. Namun menurut Rai Iswara, dalam era seperti sekarang ini tidak semata-mata demikian. “Kita harus bisa menyikapi maknanya lebih dalam, tidak boleh sombong namun tetap bisa memposisikan diri dengan baik dan bijak,” ungkapnya


Hal senada juga disampaikan oleh Puteri Indonesia Provinsi Bali AA Ayu Mirah Cynthia Dewi yang mengatakan bahwa pada era sekarang ini pemuda bisa saja menonjolkan dirinya, hanya saja tetap bisa memberikan batasan agar tidak arogan dalam bersikap. “kita tetap bisa menonjolkan diri, namun jangan pernah merasa diri lebih dari segalanya, artinya tetap dalam proses belajar,” ungkapnya.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/emhasantosa.wordpress.com/Baliportalnews.com

Foto By : pinterest.com

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?