"Ayam Betutu" Simbol Kesucian Dari Sepiring Masakan Bali Yang Mendunia
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Ayam Betutu Bali" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Betutu merupakan jenis makanan tradisional daerah Bali yang bahan mentahnya berupa karkas utuh itik dan ayam. Kata betutu berasal dari kata tunu yang berarti bakar dan dirangkai dengan kata be yang berarti daging.
Menurut Sirtha (1998) dalam Aspek Budaya Makanan Tradisional Bali dalam Menunjang Program Pariwisata dalam Dinamika Kebudayaan, makanan tradisional khas Bali secara harfiah mulai berkembang sejak masuknya Agama Hindu di Bali.
Makanan itu telah menjadi makanan asli Bali, bukan saja untuk masyarakatnya. Melainkan secara religius diperuntukkan bagi para dewa-dewi bagi kepercayaan yang mereka anut. Makanan-makanan jenis ini dituang dalam lontar Indik Maligia, dan sangat berbeda dengan makanan yang diperuntukkan bagi manusia Bali, yang tertuang dalam lontar Dharma Caruban.
Kaki ayam atau itik dipatahkan ke arah perut dan ditutupi oleh masing-masing sayap, kemudian diikat. Setelah terikat rapi, bentuknya akan terlihat seperti sikap Sang Hyang Ganapati sedang beryoga. Ya, Betutu tak lain merupakan simbol dan perwujudan dari dharma atau kesucian. Tidak heran apabila Betutu selalu hadir dalam tiap upacara dan ritual adat khas Bali, karena mengandung maksud memohon kesucian dan dharma ke hadapan Sang Hyang Widhi. Hal ini biasa dibahasakan dengan Bahasa Widhi.
Betutu khas Bali dapat ditemukan dengan mudah di dua wilayah utama, yakni Gianyar dan Gilimanuk. Yang membedakan keduanya adalah bumbu raciknya. Bumbu utama versi Gilimanuk adalah cabai rawit dan bawang putih. Proses pemasakan dilakukan di dalam dandang besar untuk memasak beberapa ekor ayam atau itik sekaligus.
Keunikan Betutu terletak pada cita rasa dan tampilannya yang khas. Daging Ayam yang telah dibersihkan, ditambah bumbu khas Bali yang kemudian dibalurkan ke seluruh permukaan tubuh ayam dan sebagian dimasukkan ke dalam rongga abdomen. Setelah itu, apabila diperlukan dapat direbus terlebih dahulu atau langsung dibakar.
Aroma khas muncul karena adanya pemanasan yang menyebabkan air menguap. Lemak daging berantai pendek pun ikut menguap dan menghasilkan aroma yang semakin memanjakan indera penciuman saat suhu dinaikkan.
Tidak hanya soal cita rasa dan aromanya yang khas, tampilan Betutu pun sangat menarik. Kembali ke cara pembuatan Betutu, daging yang telah dibersihkan tak hanya diisi bumbu rempah, melainkan juga daun singkong. Nah, kepala itik dimasukkan ke dalam rongga perut yang berisi bumbu tersebut.
Proses memasak yang memakan waktu cukup lama ini mengandung artian proses dalam kehidupan manusia. Setiap manusia, termasuk orang Bali diharapkan mampu menghargai proses yang membentuk kehidupan dan menyerahkan semuanya pada Sang Pengatur Jalan Hidup.
Dulunya, hidangan ini hanya disajikan saat upacara adat. Tradisi mengolah betutu secara tradisional adalah ayam utuh dilapisi daun pinang lalu diberi bara sekam atau dikubur dalam tanah dengan bara sehingga menghasilkan temperatur panas tertentu.
Ayam "dikubur" selama delapan sampai sepuluh jam. Ini Ibarat oven alami seperti proses memanggang. Seiring perkembangan zaman, teknik tradisional masih tetap dipakai walau tergolong sudah jarang.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : pesonataksubali.blogspot.com/wikipedia.org/kulineria-id/kompas.com
Foto by : WordPress.com

Comments
Post a Comment