Apakah Garis Tangan Atau Nasib Bisa Berubah ? Simak Selengkapnya

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Garis Tangan Atau Nasib" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.


Tentunya kita semua pasti ingin berusaha meraih kebahagiaan dan memiliki garis nasib yang baik. Sayangnya banyak orang yang tidak tahu apa dan bagaimana prinsip dasar utama meraih kebahagiaan dan memiliki garis nasib yang baik, sehingga mereka tidak mendapatkan cara-cara yang tepat. Akhirnya semua yang diupayakan hasilnya sia-sia belaka. 

Untuk dapat merubah atau memperbaiki garis nasib yang ditentukan, pertama-tama harus mengerti dulu bagaimana asal-mula terjadinya nasib baik dan nasib buruk. Dan kedua siapa yang berperan dalam menguasai garis nasib. 


Darimanakah asal-mula garis nasib ? Siapakah yang sebenarnya menentukan garis nasib ? Apakah Tuhan ? Benarkah Tuhan secara tidak adil dan memilih telah menetapkan garis nasib manusia ada yang wajahnya menarik dan jelek, ada yang rejekinya berlimpah dan miskin, ada yang beruntung dan sial, ada yang mulia dan hina ? Padahal dalam dinamika hukum karma telah dengan jelas menerangkan pada kita bahwa, asal-mula dan penentu garis nasib sejati tidak lain dan tidak bukan adalah diri kita sendiri ! Semuanya adalah berasal dari perbuatan diri kita sendiri dan semuanya ditanggung juga oleh diri kita sendiri. 

  

Apa yang kita perbuat pada masa sekarang belum tentu akan segera menerima akibatnya. Ada yang setelah masa tuanya barulah akan menerima akibatnya, serta ada yang baru akan diterima pada masa kelahiran yang akan datang. Dan apa yang kita terima pada masa kehidupan sekarang, justru kebanyakan adalah “akibat” dari “sebab” yang telah kita perbuat pada masa kehidupan yang lalu. Tepatnya bisa kita anggap seperti “hutang-piutang”. 

   

Misalnya di masa sekarang seseorang telah banyak melakukan kebaikan, tapi dia malah dibenci atau dirugikan orang yang ditolongnya. Ini tidak lain disebabkan karena pada masa-masa sebelumnya dia pernah melakukan perbuatan serupa, yaitu membalas kebaikan dengan kejahatan. Jadi dia telah ber-”hutang” pada masa kehidupan yang lalu, sehingga pada masa kini ia akan merasakan hal yang serupa. Dia harus membayar hutang akumulasi karma buruknya terlebih dahulu. 


Seseorang yang lahir ke dunia ini sudah membawa nasib atau peruntungan masing-masing. Semua telah digariskan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Walaupun demikian bukan berarti pasrah kepada nasib dan tidak melakukan perbuatan apa-apa. Semua harus berusaha, karena semua tak mungkin bisa diraih jika hanya dengan memasrahkan diri pada nasib.


Terkait baik buruknya nasib atau malng mujurnya kelahiran ini, dapat dilihat dengan ramalan, terlepas benar atau tidaknya ramalan tersebut. Salah satunya, di Bali menggunakan Pal Sri Sedana atau dalil peruntungan nasib. Untuk mengetahui peruntungan nasib dengan Pal Sri Sedana ini menggunakan sistem penjumlahan urip (neptu) saptawara dengan pancawara. Hasil penjumlahannya tersebut kemudian dicocokkan pada tabel Pal Sri Sedana (lihat tabel di bawah) dan memadukannya dengan umur.


Ida Bagus Rai Putra dalam Palintangan: Zodiak Klasik Nusantara dalam Tradisi Bali yang dimuat dalam buku Prabhājñana (Kajian Pustaka Lontar Universitas Udayana) menuliskan nasib malang-mujurnya kelahiran bayi (manusia) umumnya menurut umur: tiap-tiap 6 tahun dapat rejeki sandang pangan, dihitung menurut jumlah urip saptawara ditambah urip pancawara waktu lahirnya.


Urip Saptawara:

Redite (Minggu) uripnya 5

Soma (Senin) uripnya 4

Anggara (Selasa) uripnya 3

Buda (Rabu) uripnya 7

Wraspati (Kamis) uripnya 8

Sukra (Jumat) uripnya 6

Saniscara (Sabtu) uripnya 9


Urip Pancawara

Umanis uripnya 5

Paing uripnya 9

Pon uripnya 7

Wage uripnya 4

Kliwon uripnya 8


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/telusurbali.com

Foto By : Hipwee.com

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?