Apakah Agama Hindu Mengenal Istilah Puasa ? Kapankah Umat Hindu Melakukan Puasa ?
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Puasa Dalam Agama Hindu" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Puasa dalam agama Hindu sendiri disebut dengan Upawasa. Kata ini diambil dari Bahasa Sansekerta, ‘Upa’ yang artinya dekat atau mendekat dan ‘Wasa’ yang artinya Tuhan yang satu. Upawasa bisa dikatakan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Hampir sama seperti muslim, puasa orang Hindu ini juga menahan haus, lapar, serta berbagai hawa nafsu dalam rangka untuk menggapai surga. Dalam Hindu ada ajaran puasa wajib, yaitu pada saat Siwaratri, Nyepi, Purnama dan tilem, serta puasa tiga hari sebagai penebus dosa.
• PUASA SEBAGAI SARANAMWRAJA
Dalam Bhagawad Gita tertulis tentang Bakti:
“ Sarwadharma partityaja, mam ekam saranamwraja”
Artinya: lakukanlah kewajibanmu dengan sungguh-sungguh, anggaplah itu sebagai bentuk pemujaan terhadap Tuhan.
Kalimat diatas jelas seharusnya menuntun langkah hidup kita dalam keseharian. Kita sering kali terjebak dalam rakusnya kehidupan. Terperosok bahwa uang dan materi merupakan satu-satunya jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan. Kita terpedaya oleh keinginan yang tak terbatas. Kita hidup dalam mimpi dan melupakan kesadaran tertinggi ( Paratattva).
Keinginan dalam hidup sebenarnya adalah penjara ( ikatan duniawi) yang menjauhkan kita dari kebahagiaan. Banyak tokoh-tokoh suci dan orang ternama mengatakan “ Kebahagiaan akan mudah tercapai jika keinginan kita tidak banyak “ . Jadi manusia hanya dapat dibebaskan dengan membatasi keinginan-keinginannya.
Jadi bagaimana umat Hindu mengurangi aneka keinginan itu ?
Mulailah dari makanan, Jangan Rakus, jangan mengambil lebih dari kebutuhan, jangan mengambil hak orang, dan jika terdapat hal berlebih, sumbangkanlah ! Maka umat Hindu mengenal jenis makanan yang Satvik. Puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi itu. Puasa untuk terapi spiritual kerap dapat mengatasi kelemahan manusia karena egoisme. Puasa yang baik menurut Hindu yaitu pada saat Purnama dan tilem dimana terjadi perubahan gravitasi bumi akibat gravitasi bulan dan itu sering mengganggu manusia secara emosional.
Selain itu puasa sering diyakini untuk mengistirahatkan tubuh dan mengeluarkan racun, Jadi dapat pula dilihat dari aspek kesehatan.
Akhirnya apapun yang dilakukan dan diyakini terhadap puasa itu, akan menjadi bermakna tinggi jika berpuasa adalah sebagai pemujaan kepada Hyang Widhi (`saranamwraja ), bukan dengan embel-embel menghapus dosa apalagi untuk publisitas!
•PUASA DAN KEBAHAGIAAN HIDUP
Puasa dan kebahagiaan jika dipikirkan , mungkin merupakan sesuatu yang sedikit bertentangan. Bagaimana mungkin kita merasa bahagia jika keinginan kita (untuk makan) tertahan !
Gede Prama dalam bukunya memberikan penjelasan yang sangat logis tentang kebahagiaan; Dijelaskan bahwa jika kita ingin mencontoh wajah kebahagiaan (bukan kesenangan), lihatlah pada wajah anak-anak, begitu polos , riang dan benar-benar bahagia.
Kebahagiaan pada anak-anak ini ternyata mudah didapat karena keinginan mereka masih sedikit ! Jadi dalam penjelasannya dikatakan bahwa semakin sedikit keinginan kita makin dekat kita dengan kebahagiaan. Aturlah keinginanmu maka kebahagiaan akan semakin dekat ! Mengatur itu keinginan dapat kita latih dengan berpuasa.
Tuhan adalah Sat Chit Ananda (sumber dari kebahagiaan), jadi makna Upawasa (puasa) yang berarti mendekatkan diri dengan Tuhan, adalah juga berarti mendekatkan (mendapatkan) kebahagiaan tertinggi itu.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : pesonataksubali.com/paduarsana.com
Foto by : boombastis.com

Comments
Post a Comment