Kenapa Seorang Suami Tidak Boleh Potong Rambut Jika Istri Sedang Hamil/Mengandung ? Simak Alasannya

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Kenapa suami tidak boleh potong rambut saat istri hamil ?" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali

Seperti yang kita tahu, selama menjalani kehamilan biasanya akan beredar banyak mitos yang dipercaya sejak lama. Dimana, salah satu isu yang berkembang adalah larangan memotong rambut. Tak hanya pada istri yang hamil, namun pantangan tersebut juga berlaku untuk suami. Hal ini masih menjadi perbincangan, mengenai boleh tidaknya suami memotong rambut ketika istri hamil.

Namun, apabila ditinjau dari segi medis, tak ada larangan khusus untuk suami memotong rambut, meskipun di saat istri mengandung. Akan tetapi, hal tersebut menjadi kepercayaan masyarakat di beberapa daerah, contohnya Bali. Menurut masyarakat di Pulau Dewata, tidak memotong rambut menjadi pantangan yang wajib dipenuhi oleh suami.

Banyak masyarakat Bali yang percaya bahwa saat istri sedang hamil, lelakinya (suami) tak boleh memotong rambut. Sehingga menjadi ciri bahwa seorang lelaki beristri yang memanjangkan rambut atau tidak memotong rambut, sedang memiliki istri hamil, walaupun tak semuanya seperti itu

Menurut Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali, Pinandita I Ketut Pasek Swastika, mengatakan bahwa pantangan tak boleh memotong rambut bagi lelaki yang istrinya sedang hamil termuat dalam Lontar Eka Pertama

"Menurut Lontar Eka Pertama dan Lontar Ngembat Wwang Beling dijelaskan, ada beberapa pantangan yang wajib dipenuhi oleh suami ketika istrinya tengah mengandung. Pantangan tersebut salah satunya tidak boleh bercukur rambut," kata Pinandita I Ketut Pasek Swastika.

Menurutnya, ada maksud yang baik dari pantangan tersebut, namun bukan berarti kalau memotong rambut, bayi akan lahir cacat.

"Pantangan tidak memotong rambut itu berarti pemusatan energi positif untuk pertumbuhan cabang bayi. Ketika hamil, penampilan wanita biasanya akan berbeda dibandingkan saat muda. Apabila suaminya terlihat rapi maka secara tidak langsung bisa saja sang istri akan berpikir negatif dan hal itu bisa berpengaruh pada si bayi," katanya.

Ditambahkan juga, jika memang rambut panjang tersebut dirasa mengganggu, memotong rambut juga masih diperbolehkan. "Tapi kalau rambut panjang itu mengganggu, memotong rambut sebenarnya tetap diperbolehkan kok," jelasnya. Pantangan tersebut juga merupakan salah satu bentuk disiplin atau brata yang harus dilaksanakan oleh suami selama istrinya sedang mengandung.

Selama ini belum ada jawaban yang logis tentang apa hubungannya suami memotong rambut dengan bayi lahir cacat (prematur). Jika orang tua ditanya, mengapa bisa demikian ? Para orang tua seringkali tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan itu, atau mungkin hanya bisa menjawab dengan jawaban yang tidak rasional karena pengetahuan yang mereka dapatkan itu hanya bersumber dari pengalaman semata. Sebagai alternatif jawaban pada akhirnya para orang tua menyampaikan, jalankan saja itu ajaran dari orang tua turun temurun jangan sampai kualat.

Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/bali-tribun-news.com/americanfortransit.com

Foto by : masbrooo.com

#pesona_taksubali


Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?