Benarkah Menanam Pohon Pepaya/Gedang Di Area Rumah Bisa Membawa Sial Dan Hal Mistis ?
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Mitos menanam pohon pepaya di area rumah" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Gedang dalam bahasa Bali memiliki arti pepaya. Pohon pepaya dengan jenis gedang renteng, dipercaya sebagai pohon yang keramat dan bernuansa mistis. Masyarakat Bali percaya kalau pohon gedang renteng menjadi tempat bersandar favorit siluman leak. Tujuannya adalah untuk mengisap aura mistis yang dimiliki oleh pohon gedang renteng.
Karena berdasarkan kepercayaan zaman dahulu, pohon ini identik dengan pohon yang kurang baik kehadirannya. Sebab, pohon ini juga diangap sebagai salah satu tempat kesukaan makhluk gaib bersarang. Konon jika pohon ini ditanam di depan rumah, maka akan mengundang petaka bagi seisi rumah seperti sakit, atau usaha yang menjadi bangkrut.
Kalau menurut penjelasan dari Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
"Sementara ini sumber sastra belum saya temukan. Saya tidak ingin mereka-reka. Tapi melihat fakta mengubah sawah menjadi tegalan banyak fenomena seperti itu (sakit). Namun, saya kira kalau masih dalam aspek bercocok tanam, atau tidak mengubah sawah jadi tegalan, kenapa tidak boleh" ujar beliau
Kalau dari segi positifnya Pohon Pepaya merupakan filosofi dari konsep Rwabhineda. Ini sesuatu yang selalu ada di bumi.
Baik dan jahat sesuatu yang akan selalu ada dan tetap ada dan ini dilambangkan lewat cara Pohon Pepaya ini berbuah. Berbuahnya itu selang-seling, kiri dan kanan, makanya oleh karena itu ini dilambangkan sebagai wujud baik dan buruk yang berdampingan.
Ini mengajarkan kita kalau setiap dalam diri manusia sudah pasti terdapat kedua sifat ini. Tidak ada manusia yang selalu baik aja perbuatannya, pasti pernah melakukan kesalahan atau keburukan. Tetapi lebihin berbuat baiknya ya daripada buruknya, karena sekarang bumi lagi kekurangan orang baik.
Semua hal yang kami jelaskan diatas hanya sesuai mitos atau kepercayaan masyarakat dan selebihnya kembali lagi pada keyakinan dari diri kita masing-masing. Boleh percaya boleh tidak karena semua orang memiliki pemahaman dan pendapat yang berbeda-beda.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/Kintamani-id.com/Sonora.id/masbroo.com
Foto by : KRJOGJA.com

Comments
Post a Comment