Ini Alasan Orang Bali Menanam Bunga Kamboja/Jepun Di Pekarangan Rumah




Semeton ada yang tau tidak manfaat bunga Kamboja ?


Kamboja merupakan jenis bunga yang memiliki ukuran pohon kecil dengan daun jarang yang tebal. Bunga ini memiliki mahkota berwarna putih hingga merah keunguan dan memiliki wangi yang khas.

Kamboja sendiri merupakan bunga yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkirakan baru masuk ke Indonesia saat terjadi penjajahan.Tumbuhan ini banyak menghiasi halaman rumah dan mempercantik suasana dengan warnanya yang cerah.

Masyarakat Bali sangat menyukai bunga kamboja. Bunga ini ditanam di sudut-sudut halaman rumah dan di pura. Kamboja digunakan sebagai bunga persembahan bagi para Dewa. Mayoritas masyarakat Bali menanam pohon ini karena percaya bahwa pohon Jepun ini akan membawa rejeki atau menghindari bala/musibah.

Pohon kamboja sangat baik ditanam di halaman rumah karena dipercaya untuk keberuntungan mendatangkan rezeki. Pohon kamboja dipercaya mampu menarik dan menciptakan kebahagiaan serta memurnikan energi buruk yang ada di lingkungan rumah. Untuk perumahan, pohon kamboja sebaiknya di tanam di sektor bagian timur atau tenggara dari posisi rumah.

Menanam pohon kamboja dengan penempatan yang tepat mampu membawa rezeki untuk penghuni rumah. Selain itu, energi pohon kamboja juga dianggap dapat menetralisir Mikroba Negative karena pembusukan. Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa pohon kamboja juga banyak di tanam di kuburan dapat menetralisir energi negatif.

Selain itu, bunga dari pohon kamboja juga sering dikonsumsi sebagai obat herbal dan dikatakan untuk memurnikan energi tubuh juga mengurangi bau keringat yang menyengat. Kalau dimakan, buang ujung dekat tangkai yang bergetah seperti kulit apel. Restoran Internasional di Bali sering menyiapkan bunga kamboja ini dalam menu-menunya yang disajikan seperti daun selada dengan dimakan mentah.

Bahkan banyak warga Bali yang menggantungkan penghasilannya dari hasil menjual bunga kamboja kering. Rata-rata dalam sehari masing-masing warga bisa menjual 2-5 kilogram bunga kamboja kering. Namun, seiring berjalannya waktu harga bunga kamboja terus terpuruk. Dari Rp 120 ribu per kilogram turun menjadi Rp 50 ribu dalam kurun waktu setahun. Selanjutnya turun terus hingga mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

Ada tidak semeton yang menanam bunga Kamboja di halaman rumahnya ?


Via : sejarahbudaya.com/liputan6.com/pesonataksubali.blogspot.com

Foto by : IDNtimes.com

#pesona_taksubali


Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?