Inilah Ilmu Pengobatan Tradisional Bali Bernama Usadha Yang Jarang Diketahui Masyarakat
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Usadha" sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali
Usadha sebagai ilmu pengetahuan tentang pengobatan tradisional Bali, tidak bisa diketahui secara pasti sisi historisnya, seperti, sejak kapan masyarakat Bali mengenal Usadha. Yang pasti adalah Usadha ada di Bali dan dikenal secara luas oleh etnik Bali. Kenyataan ini menandakan bahwa, usadha mulai dikenal bersamaan dengan masuknya agama Hindu ke Bali. Dalam agama Hindu, ilmu pengobatan tergolong ke dalam Veda yang keempat yaitu ‘Atharva Veda’. Ilmu pengobatan itu disebut Ayur Veda. Ayur Veda yang masuk dan dikenal di Bali tidaklah selengkap Ayur Veda yang ada di India, karena ada bagian yang tidak dikenal seperti tekhnik peremajaan yang disebut Pancha Karma.
Usadha telah bayak dibicarakan orang, diketahui dari adanya beberapa tulisan yang mengangkat Usadha sebagai obyek kajian. Naskah-naskah Usadha, baik berupa alih aksara ke dalam aksara Latin maupun terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, juga banyak bisa ditemukan. Namun demikian tulisan yang membicarakan Usadha sebagai salah satu pengobatan Ayur Veda belum ada. Terlebih lagi banyak ditemukan kesalahan dalam penerjemahan Usadha, di samping adanya beda pandang mengenai Balian di Bali.
Kata usadha secara etimologis berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu: usadha, yang berarti obat (Zoutmulder,2006:1350). Kata usadha digunakan untuk pengganti kata osadha/ausadha, dan berupa kata pungutan yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti tumbuhan ramuan bumbu digunakan untuk obat-obatan (Zoutmulder& Robson, 2006:721). Kata Usadha inilah yang kemudian menjadi kosa kata bahasa Indonesia dan juga bahasa Bali, yang berarti ilmu pengobatan (Tim Penyusun Kamus Bali-Indonesia, 2007:176, Tim Prima Pena, tt:667). Usadha bagi orang Hindu Bali diartikan sebagai naskah lontar atau buku yang memuat tentang ilmu pengobatan dan nama tumbuh-tumbuhan untuk obat.
Namun demikian, ada pula Usadha yang tidak berisikan tentang ilmu pengobatan, yaitu “Usadha Budha Kecapi Cemeng”. Usadha ini berisikan tentang filsafat/tatwa kamoksan. Jirnaya (211:271) membedakan Usadha menjadi 4, bila dilihat dari bentuknya :
a. Berbentuk kumpulan sarana obat dan pengobatannya.
b. Berbentuk pengobatan dengan pecaruan.
c. Berbentuk ciri (tetenger) dan pengobatannya.
d. Berbentuk naratif.
Ada Usadha dalam bentuk lain, yaitu berbentuk filsafat/tutur untuk mencapai kalepasan atau kamoksan. Dengan demikian, Usadha bila dilihat dari isinya dapat dibedakan menjadi:
a. Berisi kumpulan obat-obatan dan pengobatan. Contohnya: “Usadha Taru Pramana”, “Usadha Buduh”,”Usadha Edan”, “Usadha Buh” dan sebagainya.
b. Berisi pengobatan dengan pecaruan (suguhan sesajen) dan mantra-mantra. Contohnya: “Usadha Punggung Tiwas”, “Usadha Kacacar”, “Usadha Cukil Daki” dan sebagainya.
c. Berisi cerita naratif, diagnosis (tetenger) penyakit dan pengobatannya.Contohnya: “Usadha Budha Kecapi Sari”.
d. Berisi cara pembuatan racun/penyakit dan pengobatannya.Contohnya: “Usadha Cetik” dan “Usadha Maya”
e. Berisi filsafat/tatwa tentang tata cara mencapai kamoksan/kalepasan.Contohnya: “Usadha Budha Kecapi Cemeng” dan “Usadha Jong Biru”
f. Berisi cara pengobatan dengan pemanasan dan pijat. Contohnya: “Usadha Pranawa” dan“Usadha Uut”.
Dalam beberapa teks kuno di Bali disebutkan :
Dalam Lontar Usana Bali, dikatakan bahwa Banaspatiraja merupakan kekuatan pelindung dari segala macam penyakit atau hama yang ada di sawah. Karenanya beliau berfungsi sebagai nangluk merana untuk menetralisir kekuatan negatif, dan juga dalam usadha yang berperan sebagai dewanya para balian, yang dalam Lontar Usada Gede disebutkan bahwa :
Setelah memusatkan pikiran pada sarana yang telah diracik itu dengan kekuatan mantra penyembuhan, maka ubad itu disebut "tamba ".
Lontar Usada, berisikan beberapa tanaman yang sering dipakai obat tradisional.
Lontar Usada Taru Premana, berisikan kisah tentang Dewi Durgha memberikan kekuatan Niskala kepada Mpu Kuturan agar dapat berdialog dengan tumbuh-tumbuhan.
Lontar Ratu Ning Usada | Berisi seputar pembahasan dan diagnosis segala macam penyakit seperti panas, tangan kepek, sakit perut hingga pengobatan ilmu pelet jaran goyang yang diciptakan oleh Nyi Guyang.
Nama tanaman obat yang ditulis dalam usada mala sebagai bahan obat herbal seperti : tabia bun, jangu, don liligundi dll.
AYUR VEDA
Ayur Veda bermakna sesuatu yang berhubungan dengan baik-buruk, bahagia atau tidak bahagianya sebuah kehidupan, faktor-faktor yang menyebabkannya dan yang tidak menyebabkannya, cara-cara menilai/mengukur tingkat kesehatan dan pengetahuan tentang alam (yang membantu kesehatan) (Caraka dalam Dash & Suhasini Ramaswamy, 2006:1). Nala mengatakan bahwa Ayur Veda terdiri atas kata ayur atau ayus yang berarti hidup, vitalitas, kesehatan, atau usia lanjut. Sedangkan kata veda berarti ilmu pengetahuan. Jadi Ayur Veda berarti ilmu pengetahuan tentang upaya manusia agar dapat hidup sehat sampai usia lanjut (Nala,1993:27).
Selanjutnya dikatakan bahwa Ayur Veda banyak mengulas tentang sistem pengobatan tradisional dan alamiah (naturalis), dimana sistem pengobatannya sangat tergantung kepada penggunaan air, ramuan tumbuh-tumbuhan, mineral dan asam formiat yang berasal dari sarang semut. Beberapa obat ini ada yang mempunyai nilai terapetik yang tinggi, namun sebagian besar hanya mengandalkan kekuatan magis simpatetik (rohani) saja. Ilmu bedah juga disinggung di dalam Ayur Veda. Ayur Veda menekankan pencegahan penyakit dan terapi pengobatan bersamaan dengan berbagai metode pembersihan. Ini berarti Ayur Veda :
a. lebih dari sekedar sistem pengobatan
b. berupa ilmu dan seni untuk hidup yang benar, dan
c. membantu mencapai umur panjang.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/perpusnas.go.id/sejarahharirayahindu.blogspot.com
Foto By : Rangkuman Google (ilustrasi)


Comments
Post a Comment