Jangan Khawatir Karena Setiap Manusia Mempunyai Peran Dan Bakatnya Sendiri Dalam Kehidupan

 


Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Motivasi" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali


Keabadian, Kesujatian, Tuhan, atau apapun yang kamu kehendaki,

hanya bisa engkau temukan sendiri.

Dia ada hanya ketika batin bebas, lepas dari kepercayaan,

lepas dari prasangka, tidak terperangkap di dalam jala nafsu, sakit hati dan keduniawian

— Krishnamurti —


Ketik kita menyelesaikan tugas yang mesti diselesaikan saat ini, kita merasa lega. Kita merasa bebas, tanpa ada beban lagi. Namun itu hanya untuk sementara waktu, hanya sejenak saja, sebab beban tugas lainnya sudah menunggu untuk diselesaikan, dituntaskan. Padahal kelegaan itu sangat kita dambakan.


Begitu umumnya keseharian kita. Tugas terlanjur disanggupi cepat atau lambat menjadi beban, ia bukannya menjadi kewajiban yang melekatkan dengan keberadaan kita. Semasih tugas tetap sebagai tugas-yang adalah beban kita tak akan pernah dibiarkannya lega berlama-lama, atau bahkan untuk sekedar merasakan kelegaaan yang hanya sejenak itu saja sekalipun.


Secara superfisial, tugas memang kelihatan sama dengan kewajiban. Namun bila kita masuk sedikit lebih dalam akan tampak jelas bedanya; bahkan bisa-bisa sangat jauh bedanya. Hanya ketika kita berhasil mensublimasikan sebuah tugas menjadi kewajiban, baru ada kemungkinannya kita merasakan kelegaan yang lebih ajeg, kendati saat sedang mengerjakannya, di luar tampak luarbiasa sibuk, melelahkan.


BAKAT, PERAN DAN KEWAJIBAN


Disadari atau tidak, setiap orang melakoni peran apakah itu positif ataukah negatif di masyarakatnya, di dalam kehidupan ini. Ada yang memerankan satu peran seumur hidupnya, ada yang hanya dalam kurun waktu tertentu saja; ada juga yang tampak tidak jelas perannya karena terus berubah-ubah. Peran-perannya inilah yang kemudian diingat oleh orang-orang, sebagai peninggalannya, sebagai sejenis pengkat kalau seseorang memang pernah terlahir dan hidup di dunia ini.


Berperan di dalam kehidupan tidak mesti aktif, agresif, sarat dengan berbagai ambisi, seperti yang disangka oleh banyak orang. Oleh karenanya, untuk memerankan peranannya sebaik-baiknya apapun itu adanya di dalam drama kehidupan ini, telah merupakan kewajiban setiap orang, ia melekat pada kelahiran masing-masing. Seseorang yang terlahir di lingkungan para seniman misalnya, sedikit banyaknya punya bakat atau rasa seni. Makanya besar kemungkinan kalau ia memang telah dicanangkan untuk berada di dunia seni.


Demikianlah, peran seseorang bisa dideteksi dari bakat-bakatnya. Seseorang yang tidak berbakat seni, tidak akan punya "rasa keter panggilan" untuk menggeluti dunia seni, walau selalu terbuka kemungkinan bagi siapapun untuk memerankan diri sebagai pemikat sebentuk kesenian tertentu.


Karena seseorang bisa saja punya lebih dari satu bakat, disamping lingkungan sosialnyapun bisa berubah-ubah dalam kurun kehidupannya ini, maka peran yang dimainkannya pun bisa berubah-ubah, dan tidak harus hanya satu. Seseorang bisa berperan sebagai seorang seniman, dan pada saat yang bersamaan juga sebagai pembisnis misalnya. Jadi, pada saat yang bersamaan, seorang bisa memerankan dua atau tiga peran sekaligus dengan baik, sesuai bakatnya.


Mengukuhi suatu peran tertentu, hanya lantaran peran itu tampak menjajikan pencapaian ambisi kita, padahal sebetulnya kita tidak berbakat di bidang itu, adalah kebodohan. Itu hanya akan mengacaukan kehidupan kita dan ketertiban masyarakat. Oleh karenanya, adalah kewajiban setiap orang untuk benar-benar memahami bakatnya, dan tidak dapat mengambilkan peran hanya berdasarkan minatnya saja. Hanya memerankan diri sesuai bakat dan kecendrungan itulah seseorang mencapai keberhasilan, sekaligus secara aktif dan positif berkontribusi bagi kemajuan masyarakatnya.

Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.


Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.

Via : pesonataksubali.blogspot.com/phdi.or.id

Foto By : @kakang_photoworks (ilustrasi)

#pesona_taksubali

Comments

Popular posts from this blog

Makna Asu Bang Bungkem Dalam Sejarah Upacara Caru Hindu Di Bali

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya Menurut Kepercayaan Agama Hindu Di Bali

Makna Mimpi Atau Primbon (Baik Dan Buruk) Menurut Agama Hindu

Bagaimanakah Ciri - Ciri Sebenarnya Dari Zaman Kali Yuga Menurut Kitab Suci Hindu ?

Pantangan Dan Persembahan Yang Wajib Diketahui Dibalik Keramatnya Kajeng Kliwon

Proses Watangan Mapendem/Mengubur Mayat Yang Bangkit Kembali Dalam Calonarang

Urutan Persembahyangan Yang Benar Dalam Agama Hindu Beserta Doa/Mantranya

Apakah Lahir "Melik" Sebuah Anugrah Yang Beresiko Kematian ? Simak Selengkapnya

Beginilah Cara Mengintip Leak Yang Sedang Rapat/Meeting Di Malam Hari

Benarkah Menginjak Canang/Sesajen Di Bali Bisa Celaka atau Mendapat Kesialan ?