Inilah Tiga Jenis Kegagalan Dalam Kelahiran Kembali (Punarbhawa) Menurut Hindu
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Tiga Jenis Kegagalan Lahir Kembali" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Kata PUNARBHAVA berasal dari bahasa Sansekerta,terdiri dari kata PUNAR dan BHAVA.
Punar berarti lagi,kembali. Bhava berarti menjelma atau lahir.
Jadi Punarbhava berarti kelahiran yang berulang ulang yang disebut pula penitisan atau samsara. Di dalam Pustaka Suci WEDA dikatakan bahwa penjelmaan atma atau roh yang berulang ulang samsriti kedunia ini disebut samsara. Punarbawa atau samsara ini diakibatkan oleh adanya hukum karma, dimana atma yang jelek mengakibatkan atman atau roh menjjelma kembali untuk memperbaiki perbuatan nya yang jelek itu atau atman itu masih di pengaruhi oleh karma wasana atau sisa sisa perbuatan atau juga kenikmatan duniawi sehingga tertarik untuk lahir kedunia. Kelahiran ini adalah samsara (sengsara) sebagai hukuman yang diakibatjan oleh perbuatan atau karma dimasa perbuatan terdahulu.
Sabda Kresna dalam Bhagawadgita:
Saribhagawan Uwaca:
Bahuni Me Wyatitani Janmani Tawaca “Rjuna Tany Aham Weda Sarwani Na Twam Wettha Paramtapa.
Artinya:
Sri Bhagawan bersabda :
Banyak kelahiran-KU di masa lalu demikian pula kelahaianmu Arjuna semuanya ini aku tahu tetapi engkau sendiri tida o Arjuna.
Semua yang di perbuat di alam semesta ini,semuanya ,meninggalkan bekas atau wesana dan jiwatman.Dan bekas-bekas perbuatan atau karma wesana ada bermacam-macam.Jika semuanya itu bekas keduniawian,maka jiwatman akan cenderung dan lebih mudah ke dunia,sehingga jiwatman itu lahir kembali.
Di dalam ajaran Hindu Dharma disebutkan, bahwa setiap atma yang masih terbelenggu oleh siklus samsara akan terikat oleh enam kelemahan, yaitu :
1. Janma : akan mengalami kelahiran kembali
2. Dhuka : akan mengalami kesengsaraan
3. Dosa : akan berbuat kesalahan
4. Vyadhi : akan mengalami sakit
5. Jara : akan mengalami proses penuaan
6. Mrtya : akan mengalami kematian
Banyak manusia di dunia sesungguhnya lahir dalam keberuntungan, tapi tidak memahami dan menghargainya. Yaitu lahir, hidup dan mati di sebuah tempat nan damai dimana ada jalan suci dharma untuk ditempuh, tapi tidak mau menyimak dan mendalami hakikat kebenarannya. Buta pengetahuan dharma semasa hidupnya, menciptakan akumulasi karma buruk yang bertumpuk-tumpuk menggunung, tenggelam di dalam karma buruk yang semakin dalam. Sehingga kelahirannya kembali [punarbhawa] kelak akan memburuk.
Padahal sekali terlahir kembali di tempat yang tidak ada jalan suci dharma, atau di tempat yang penuh konflik dan peperangan, atau terjerumus ke dalam empat jalur perjalanan atma yang buruk [terjebak di alam antarabhava, masuk alam-alam bawah, masuk alam-alam neraka atau terlahir kembali sebagai binatang], maka akan terjepit oleh kesengsaraan yang berat. Dalam keadaan yang seperti itu kebodohan [avidya] dan ketersesatan kesadaran [acetana] akan semakin bertambah. Akan semakin sulit bertemu jalan suci dharma, semakin sulit bertemu pengetahuan sejati, tidak paham akan hukum sebab-akibat, terseret habis oleh akumulasi karma buruknya dan semakin tenggelam dalam kesengsaraan di dalam siklus samsara. Sangat sulit untuk keluar.
Yang paling diharapkan di dalam kelahiran sebagai manusia ini kalau kita mampu mengusahakan menggembleng diri agar dapat mencapai pembebasan [moksha]. Kalau kita belum mampu usahakanlah membina diri agar kelak setelah dijemput oleh kematian bisa mencapai alam-alam suci. Kalau itupun juga belum mampu paling tidak usahakanlah membina diri mempersiapkan kelahiran kembali berikutnya yang baik, dimana kita bisa memperoleh kesempatan untuk mengalami peningkatan dan kemajuan kesadaran.
TIGA JENIS KEGAGALAN KELAHIRAN KEMBALI
Dalam kelahiran berulang-ulang sebagai manusia, tidak semua orang dapat mengalami kemajuan kesadaran. Banyak yang hanya hanya terus berputar-putar naik turun begitu saja di dalam siklus samsara. Itupun masih untung kalau tidak mengalami kejatuhan terlahir kembali sebagai mahluk-mahluk rendah. Di dalam ajaran Hindu Dharma, ada tiga macam kelahiran kembali di dalam siklus samsara yang tidak diharapkan terjadi, yaitu :
1. Dhuka punarbhava Yaitu dari kehidupan sebagai manusia, terlahir kembali “turun tingkat” menjadi binatang atau mahluk-mahluk alam bawah.
2. Sangskara punarbhava Yaitu dari kehidupan sebagai manusia, terlahir kembali tetap menjadi
manusia, yang hanya terus berputar-putar naik turun begitu saja. Misalnya [contoh] : sekarang lahir menjadi orang miskin, karena miskin dia demikian rajin berdoa, karena rajin berdoa kelahiran berikutnya “naik” menjadi orang kaya. Begitu lahir jadi orang kaya dia pelit dan sombong, sehingga kelahiran berikutnya “turun” lagi menjadi orang miskin. Demikian terus berputar terjadi naik-turun berulang-ulang.
3. Parinama punarbhava Yaitu dari bertempat di alam-alam dewa, terlahir kembali menjadi manusia untuk proses “naik tingkat” atau meningkatkan kesadaran, tetapi karena berbagai sebab justru malah mengalami kemerosotan kesadaran atau “turun tingkat”. Sadha na Dasar : Karma Baik Dan Landasan Dasar Kesadaran.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/hindualukta.blogspot.com/cakepane.blogspot.com
Foto By : @_dw.artwork_ (ilustrasi)


Comments
Post a Comment