"Mitologi Lontar Bali" Warisan Budaya Bali Yang Wajib Dijaga Dan Dilestarikan
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Mitologi Lontar Bali" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Lontar adalah produk budaya Bali dan telah diakui menjadi warisan budaya dunia. Masyarakat Bali berkeyakinan lontar memiliki arti yang penting dan sangat bermanfaat untuk hidup dan kehidupannya. Lontar dengan segala bentuk wacana penuturannya memotret dan memberikan cermin kehidupan yang dapat dijadikan smerti, yaitu contoh dan implementasi kehidupan yang patut dan tidak patut dilakukan. Tulisan ini mendeskripsikan lontar dari berbagai dimensi mencakup lontar sebagai warisan budaya, tradisi penulisan manuskrip, serta proses pembuatan manuskrip lontar.
Kata lontar memiliki kaitan erat dengan sumber bahan dasar pembuatannya, yaitu rontal /daun ental/tal (sejenis daun palma/borassus flabelliformis). Lontar sebagai produk budaya kaya makna telah mengangkat citra tradisi Bali di tengah-tengah pergaulan peradaban masyarakat dunia. Warisan budaya yang satu ini juga telah memberikan aura keluhuran dan mentransmisikan keunggulan pemikiran masyarakat Bali yang melahirkannya.
Tradisi lontar di Bali memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan umur yang tua seiring dengan nilai-nilai
sejarah, agama, filsafat, pengobatan, sastra, dan ilmu pengetahuan tinggi lainnya. Lontar perekam jagat pemikiran masyarakat Bali sampai dalam bentuknya sekarang merupakan saksi sejarah dan menjadi penampang historik masyarakat pendukungnya.
Pewarisan tradisi lontar di Bali berlanjut dari generasi ke generasi dalam suasana kerohanian dan kemurnian hati nurani.
Masyarakat Bali meyakini lontar adalah wahana bersemayam Sang Hyang Aji Saraswati, yaitu manifestasi Ida Sang Hyang Widi (Tuhan) sebagai sumber ilmu pengetahuan. Setiap 6 bulan sekali, bertepatan dengan perhitungan kalender Bali Sabtu Kliwon Wuku Watugunung lontar-lontar dibuatkan upacara piodalan Saraswati. Pada hari ini masyarakat menghaturkan aneka banten pasucian Weton Saraswati. Keesokan harinya, pada hari Minggu Umanis Watugunung, masyarakat Bali pagi-pagi benar membawa toya kumkuman (air suci) menuju sumber-sumber mata air atau pantai melaksanakan upacara banyu pinaruh (menyambut turunnya ilmu pengetahuan).
Teks sebagaimana disebutkan ditulis tangan pada helai-helai daun rontal (palm-leaf) dan juga terdapat prasi berbentuk gambar dan lukisan - lukisan, memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam hal, ilmu pengetahuan, sebagai sarana untuk untuk dapat meningkatkan diri dalam hal kesucian bathin.
dan pengalaman hidup, seperti halnya disebutkan dalam kanda pat, semua pengalaman hidup di record oleh Sang Suratma, catatan subha dan asubha karma yang menjadi penilaian dan pertimbangan kesucian untuk nantinya dapat menentukan tercapainya moksa (bersatunya atman dengan brahman) Maknanya pun sangat khas; dalam arti bahwa bila kata atau istilah itu disebut, bayangan orang langsung tertuju pada sesuatu benda dalam wujud tertentu
Di Bali, lontar pada umumnya sangat dikeramatkan sampai saat ini. Karena lontar dengan segala isinya merupakan salah satu warisan kekayaan rohani orang Bali,.yang memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Di dalam naskah lontar terekam hampir seluruh ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang pernah dimiliki orang Bali di masa lampau.
Lontar-lontar di Bali, secara kualitatif maupun kuantitatif memiliki nilai yang sangat berharga. Secara kuantitatif jumlah lontar yang ada di masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu cakep lontar. Jumlah tersebut belum termasuk yang tersimpan di perpustakaan-perpustakaan lontar, seperti :
1. Gedong Kirtya
2. Fakultas Sastra Unud
3. Balai Penelitian Bahasa
4. Universitas Hindu Indonesia
5. Universitas Dwijendra, Denpasar (50 cakep),
6. Kantor Dokumentasi Budaya Bali).
Secara kualitatif lontar-lontar Bali banyak mengandung nilai-nilai yang sangat fungsional dalam masyarakat Bali, dan yang banyak juga manfaatnya bila nilai-nilai itu disumbangkan untuk kepentingan masyarakat bangsa Indonesia maupun dunia.
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : Pesonataksubali.blogspot.com/perpurnas.go.id/sejarahharirayahindu.blogspot.com
Foto by : Rangkuman Google



Comments
Post a Comment