Penjelasan Konsep "Tri Murti" Tiga Kekuatan Penyeimbang Alam Semesta
Om Swastyastu semeton Pesona Taksu Bali, kali ini kita akan membahas tentang "Tri Murti" Sebelum itu jangan lupa untuk mengunjungi Instagram kami juga ya @pesona_taksubali.
Di dalam agama hindu kita banyak mengenal para dewa-dewa yang memiliki tugas yang berbeda-beda. Hidup para dewa di kahyangan ( Surga Loka ). Dewa di anggap suci kadang dewa disebut tuhan. Bila di Indonesia kita menyembah para dewa tetapi kalau di india cuman menyembah satu dewa. Di dalam agama islam dan nasrani, dewa dapat di katagorikan seperti malaikat-malaikat yang memiliki tugas yang berbeda-beda .
Dilihat dari ajaran agama hindu kita mengenal banyak dewa dan masing-masing dewa memiliki tugas nya masing-masing . Ada pula dewa seluruh penjuru atau yang sering di sebut dewata nawa sanga. Di dalam dewata nawa sanga ada 3 dewa tertinggi yang sering di sebut dengan tri murti dengan memegang kuasa penuh terhadap tugas-tugas berat . Tri murti sendiri adalah 3 bentuk kekuatan manifestasi tuhan atau ida sang hyang widhi wasa dalam menciptakan, memelihara, dan melebur alam beserta isinya
Tri Murti terdiri dari:
1. Dewa Brahma (Pencipta)
Dewa Brahma adalah kekuatan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai pencipta alam. Beliau juga disebut Dewa Agni ( Dewa Api). Karena api dapat mencipta dari apa yang belum ada menjadi ada. Seperti contohnya ketika kita lapar. Kemudian memasak beras dan menghasilkan nasi karena adanya api. Seperti itulah Dewata menciptakan dari yang belum ada menjadi ada. Kekuatan menciptakan tersebut disebut Dewa Brahman (Pencipta).
Sakti Dewa Brahma adalah Dewi Saraswati. Dewa Brahma disimbolkan dengan hurut A (Ang). Senjata Dewa Brahma adalah Gada. Arah yang ditempati adalah arah selatan dengan lambang warnah merah. Kekuatan mencipta alam dalam istilah Sanskerta disebut Uttpati.
2. Dewa Wisnu (Pemelihara)
Dewa Wisnu adalah kekuatan Tuhan dalam menciptakan alam semesta beserta isinya. Beliau dilambangkan sebagai Dewa Air, karena dapat memelihara kelangsungan hidup makhluk di dunia ini. Seperti Contohnya ketika kita menanam pohon. Agar pohon itu tidak mati pada musim kering maka perlu dipelihara dengan cara menyiramnya setiap hari agar tidak kekeringan.
Demikianlah Tuhan dalam memelihara setiap ciptaanya. Dewa Wisnu disimbolkan dengan huruf U (Ung). Sakti Dewa Wisnu adalah Dewi Sri atau Dewi Laksmi. Dewi Sri atau Dewi Laksmi sebagai Dewi Kesejahteraan. Dewa Wisnu menempati utara dengan warna Hitam dan Senjata Cakra.
3. Dewa Siwa (Pelebur)
Dewa Siwa adalah kekuatan Tuhan (dewata) sebagai pelebur (pralina) alam dan isinya. Alam dan isinya ini semuanya dari Brahman (Tuhan) dan pada akhirnya akan kembali kepada Brahman (asalnya). Hal ini dikarenakan adanya Hukum Rta.
Dewa Siwa adalah kekuatan Tuhan untuk mengembalikan semua yang ada ke asalnya. Semua yang lahir, tumbuh, berkembang dan pada akhirnya akan mati. Tidak ada yang dapat menahan kuasa Dewata. Hal inilah yang disebut Hukum Rta (Hukum Alam) yang pasti akan terjadi pada semua mahluk hidup. Hukum inilah yang disebut Tri Kona (Lahir=uttpati, Hidup=shttiti, dan Mati=pralina).
Ketiganya sebagai manifestasi Tuhan, Kemahakuasaan Tuhanlah yang menciptakan (uttpati), melindungi (sthiti) dan mempralayakan (pralaya atau pralina) semua ciptaan-Nya yang disebut Tri Kona (dengan lambang Lukisan Segi Tiga, lambang siclus Utpati, Sthiti, Pralina).
Dengan pemujaan Tuhan dalam wujud Siwa sebagai Tri Murti mengandung dua konsep pembinaan kehidupan spiritual, yaitu konsep Tri Kona, pembinaan kehidupan spiritual seluruh umat manusia. Tri Guna, Tri Murti sebagai Guna Awatara berarti Tuhanlah yang menjadi sumber pengendali tertinggi tiga dasar sifat manusia yang disebutkan dalam Tri Guna itu.
Kalau di Bali tempat pemujaan Dewa Tri Murti tersebut yaitu Pura Kahyangan Tiga, secara etimologi berasal dari dua kata yaitu “Kahyangan” yang berarti tempat suci dan Tiga berarti tiga, dan kalau digabungkan berarti 3 tempat suci. Memang benar sekali, sesuai namanya 3 buah tempat suci tersebut berdiri di setiap desa Pakraman atau desa adat yang ada di Bali. Dari sini pulalah cikal bakal konsep Tri murti yaitu Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa di Bali.
Tiga tempat suci atau Pura Kahyangan Tiga di Bali tersebut meliputi :
1. Pura Desa atau Pura Bale Agung, merupakan pura tempat berstananya Dewa Brahma yang dalam tugasnya menciptakan alam semesta.
2. Pura Puseh, tempat berstananya atau tempat pemujaan Dewa Wisnu yang dalam fungsinya sebagai Dewa Pemelihara seluruh alam semesta.
3. Pura Dalem, Tempat berstananya atau memuja Dewa Siwa dengan wujud Dewi Durga yang dalam tugasnya sebagai pelebur atau pralina.
Demikianlah Dewa Tri Murti adalah tiga kekuatan Tuhan dalam mencipta, memelihara dan melebur. Simbol hurufnya adalah AUM dipadukan menjadi OM. Om adalah aksara suci untuk menyebut Dewata (Sang Hyang Widhi).
Jadi bagaimana semeton ? Bermanfaat tidak informasi dari blog kami ? Jika bermanfaat jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya terima kasih.
Via : pesonataksubali.blogspot.com/Hindualukta.blogspot.co/tentanghindu.blogspot.com/sejarahharirayahindu.com
Foto by : Google




Comments
Post a Comment